Apakah Status Perbudakan Termasuk Kriteria Sekufu?

Thu 15 October 2015 06:00 | 0
Nur Azizah Pulungan

Perbudakan mungkin mengingatkan kita ke masa lampau. Yang mana dahulu memang ada zaman di mana perbudakan itu menjadi hal yang biasa di kalangan masyarakatnya. Akan tetapi ia menjadi sangat asing di zaman kita sekarang. Akan tetapi tidak ada salahnya jika kita menambah ilmu kita dengan mengetahui bagaimana status perbudakan dalam suatu pernikahan. Apakah kata "kufu" ini berlaku kepada para budak atau tidak? Mari kita simak sejenak pendapat para ulama mengenai hal ini:

 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

(والثاني): الكفاءة في الحرية فإن العبد لا يكون كفؤا لامرأة حرة الأصل

(kedua) : kafa’ah dilihat dari sisi merdekanya seseorang, sesungguhnya seorang hamba sahaya tidaklah sekufu dengan seorang wanita yang merdeka .

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 5 hal. 22 | Fatimah

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

(فصل في ما تعتبر فيه الكفاءة ومنها الحرية) فصل) ومنها الحرية؛ لأن النقص، والشين بالرق، فوق النقص، والشين بدناءة النسب)

Fasl: Apa saja yang termasuk dalam keriteria kafa’ah. Diantaranya adalah merdeka, karena kekurangan dan aib yang ada dalam budak itu lebih rendah dibandingkan kekurangan dan aib yang ada dalam nasab, .

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 2 hal. 319 | Azizah

Al-Marghinani (w. 593 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi sebagai berikut :

" وأما الموالي فمن كان له أبوان في الإسلام فصاعدا فهو من الأكفاء "

.

Al-Marghinani, Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi, jilid 1 hal. 196 | Fatimah

Az-Zaila'i (w. 743 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

قال - رحمه الله - (والكفاءة تعتبر نسبا ---- وحرية وإسلاما

Beliau – Semoga Allah merahmatinya – berkata (Yang termasuk sekufu jika dilihat dari nasab, ---- merdeka, dan beragama islam.

Az-Zaila'i, Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 2 hal. 128 | Fatimah

Al-'Aini (w. 855 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Binayah Syarah Al-Hidayah sebagai berikut :

الكفاءة في الحرية في النكاح] م: (والكفاءة في الحرية نظيرها في الإسلام في جميع ما ذكرنا) ش: من الوفاق والخلاف، يعني الكفاءة في الحرية معتبرة بإجماع الفقهاء، حتى لا يكون العبد كفؤا لحرية الأصل، وكذا المعتق لا يكون كفؤا لحرية أصلية.

Merdeka merupakan kriteria kafaah sama halnya islam, sebagaimana yang kami sebutkan. Diantara yang disepakati dan diperselisihkan. Status merdeka merupakan kriteria yang disepakati oleh para ulama. Sehingga seorang budak tidak dianggap sekufu dengan wanita yang pada dasarnya merdeka. Begitu pun budak yang telah merdeka, tidak sekufu dengan wanita yang pada dasarnya merdeka..

Al-'Aini, Al-Binayah Syarah Al-Hidayah , jilid 5 hal. 114 | Azizah

Ibnu Juzai Al-Kalbi (w. 741 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Qawanin Al-Fiqhiyah sebagai berikut :

الكفاءة بين الزوجين وهي معتبرة بخمسة أوصاف بالإسلام والحرية حسبما تقدم والصلاح فلا تزوج المرأة الفاسق ولها ولمن قام بها فسخه سواء كان الولي أبا أو غيره وبالمال الذي يقدر به ولا يشترط اليسار ولها مقال إن زوجت لمن يعجز عن حقوقها وبسلامة الخلقة من العيوب الموجبة للخيار …ولا يشترط الجمال ولا يعتبر النسب والحسب لهما

Sekufu bagi pasangan suami istri itu diukur dari lima sifat, (1)islam,(2) merdeka,(3) baik, tidaklah seorang wanita menikah dengan seorang fasiq,wanita itu ataupun walinya boleh memfasakh, baik walinya adalah ayahnya, ataupun bukan.(4)Kemampuan finansial, tidak disyaratkan harus kaya. Dan wanita boleh memilih jika dinikah dengan seseorang yang tidak mampu memenuhi hak-haknya. Dan juga menjadi bagian kafa’ah (5)Tidak memiliki cacat yang membolehkan dikhiyar….

Ibnu Juzai Al-Kalbi, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah, jilid 1 hal. 132 | Isna

Ash-Shawi (w. 1241 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Hasyiatu Ash-Shawi Ala Asy-Syarhi Ash-Shaghir sebagai berikut :

الحاصل أن الأوصاف التي اعتبروها وفاقا وخلافا ستة أشار لها بعضهم بقوله: نسب ودين صنعة حرية ... فقد العيوب وفي اليسار تردد (اهـ) . فإن ساواها الرجل في تلك الستة فلا خلاف في كفاءته وإلا فلا، واقتصر المصنف على ثلاثة منها وهي المماثلة في الدين والحال والحرية ولا يشترط فيها المماثلة في غير ذلك على المعتمد فمتى ساواها الرجل في تلك الثلاثة كان كفئا.

Hasilnya adalah, kriteria-kriteria kafaah yang disepakati dan diperselisihkan dikalangan ulama madzhab malikiyah ada enam:(1)Nasab.(2) Agama.(3)Profesi. (4) Merdeka. (5)Tidak cacat. (6)Kekayaan. Jika Pasangan suami istri ini memiliki kesamaan dalam enam hal tersebut, maka keduanya sudah dipastikan sekufu. Namun penulis membatasi kriteria kafaah bagi pasangan suami istri dalam tiga hal saja, yaitu: agama, keadaan fisik dan status merdeka. Selain itu tidak termasuk kafaah menurut pendapat yang kuat. Jika keduanya memiliki kesamaan dalam tiga hal tersebut sudah bisa dikatakan telah sekufu..

Ash-Shawi, Hasyiatu Ash-Shawi Ala Asy-Syarhi Ash-Shaghir, jilid 2 hal. 400 | Isna

Al-Mawardi (w. 450 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hawi Al-Kabir sebagai berikut :

فصل: الشرط الثالث وهو الحرية وأما الشرط الثالث: وهو الحرية ... فمنع من المساواة بين الحر والعبد، .. فجعل العبيد أدنى من الأحرار،

Pasal: syarat yang ketiga yang termasuk kriteria sepadan adalah merdeka. Adapun syarat yang ketiga yaitu merdeka...Allah membedaakan antara budak dan seorang yang merdeka... dan Nabi menjadikan budak lebih rendah daripada seorang yang merdeka. .

Al-Mawardi, Al-Hawi Al-Kabir, jilid 9 hal. 104 | Ipung

Mawardi berdalil atas firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 75, dan dengan sabda Nabi dalam hadistnya, yang menunjukkan bahwa antara budak dan seseorang yang merdeka tidaklah sepadan, dan derajatnya tidak sama. An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

الثانية: الحرية، فلا يكون رقيق كفئا لحرة أصلية ولا عتيقة، ولا عتيق لأصلية، ولا من مس الرق أحد آبائه لمن لم يمس أحدا من آبائها

Yang kedua : Merdeka, maka seorang budak laki-laki tidak sekufu dengan wanita yang pada dasarnya merdeka dan budak wanita yang telah merdeka. Begitupula seorang budak laki-laki yang telah merdeka tidak sekufu dengan wanita yang asli merdeka. Dan seorang laki-laki yang di dalam garis keturunannya pernah ada yang menjadi budak tidak sekufu dengan wanita yang tidak memiliki riwayat perbudakan. .

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 7 hal. 80 | Qathrin

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Minhajut Thalibin Wa Umdatul Muftiin sebagai berikut :

وخصال الكفاءة سلامة من العيوب المثبتة للخيار وحرية فالرقيق ليس كفؤ الحرة والعتيق ليس كفؤ الحرة أصلية

Kriteria kafaah adalah bebas dari aib yang dibolehkan khiyar, dan merdeka. Maka budak laki-laki tidak sekufu dengan wanita merdeka, dan budak laki-laki yang telah dimerdekakan tidak sekufu dengan wanita yang asli merdeka. .

An-Nawawi, Minhajut Thalibin Wa Umdatul Muftiin, jilid 1 hal. 209 | Qathrin

Ar-Ramli (w. 1004 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Nihayatul Muhtaj sebagai berikut :

...ثانيها (حرية، فالرقيق) أي من به رق وإن قل (ليس كفؤا لحرة) ولو عتيقة

Yang kedua (merdeka, maka seorang budak laki-laki tidak sekufu dengan wanita merdeka) meskipun wanita tersebut adalah wanita merdeka yang pernah menjadi budak ...

Ar-Ramli, Nihayatul Muhtaj, jilid 6 hal. 255 | Qathrin

Abu An-Naja (w. 968 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Iqna’ Fi Fiqhi Al-Imam Ahmad Bin Hanbal sebagai berikut :

الثالث الحرية: فلا يكون العبد ولا المبعض كفئا لحرة ولو عتيقة

3. status perbudakan, seorang budak laki-laki tidak sekufu dengan wanita merdeka walaupun perempuan merdeka tersebut pernah menjadi budak. .

Abu An-Naja, Al-Iqna’ Fi Fiqhi Al-Imam Ahmad Bin Hanbal, jilid 3 hal. 179 | Maryam

Sebagian besar ulama memang memasukkan "merdeka"(bukan budak) kedalam kriteria sekufu'. Dengan kata lain bahwa seorang budak tidak sekufu' dengan orang yg merdeka. Apapun jenis budak itu dan bagaimanapun orang yg merdeka itu merdeka.

Baca Lainnya :

Apakah Status Perbudakan Termasuk Kriteria Sekufu?
Nur Azizah Pulungan | 15 October 2015, 06:00 | published
Kriteria sekufu dalam Syari'ah
Isnawati | 20 September 2015, 21:17 | published
Haruskah menikah dengan sekufu?
Isnawati | 11 October 2015, 05:01 | published
Hukum Menikahi Pasangan yang Tidak Sekufu
Siti Maryam | 13 October 2015, 05:37 | published
Apakah kecantikan atau ketampanan termasuk kriteria kafa'ah?
Qathrin Izzah Fithri | 16 October 2015, 04:53 | published
Apakah Kafaah Menjadi Syarat Dalam Pernikahan?
Ipung Multiningsih | 12 October 2015, 05:21 | published
Apakah Nasab Termasuk Kriteria Sekufu?
Fatimah Khairun Nisa | 14 October 2015, 06:00 | published
Apakah Kondisi Finansial Merupakan Standar Kafaah?
Isnawati | 31 October 2015, 05:59 | published
Apakah Kesamaan Profesi Termasuk Kriteria Kafaah?
Qathrin Izzah Fithri | 27 October 2015, 05:00 | published
Apakah Gila, Kusta dan Belang Termasuk Aib?
Isnawati | 14 November 2015, 06:33 | published