Batasan Aurat Wanita Di hadapan Mahramnya

Mon 16 November 2015 05:22 | 0
Ipung Multiningsih

Kita memiliki banyak sekali orang-orang terdekat, yang ternyata itu bukan lah mahram kita, seperti sepupu, kakak ipar, dan seterusnya. Islam mengatur semua urusan umat, termasuk di dalamnya urusan menutup aurat, karena ia adalah sebuah keharusan bagi umat islam. Namun Islam membatasi aurat yang dapat di lihat oleh mahramnya. Lalu, apa saja batasan aurat yang boleh dilihat tersebut?. Berikut pemaparan ulama setiap madzhab:

 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

فأما نظره إلى ذوات محارمه فنقول: يباح له أنْ ينْظر إلى موْضع الزينة الظاهرة والْباطنة لقوْله تعالى {ولا يبْدين زينتهن إلا لبعولتهن} [النور: 31] الْآية ولمْ يردْ به عيْن الزينة فإنها تباع في الْأسْواق ويراها الْأجانب ولكن الْمراد منْه موْضع الزينة وهي الرأْس والشعْر والْعنق والصدْر والْعضد والساعد والْكف والساق والرجْل

Adapun bagi laki-laki mahram diperbolehkan melihat anggota tubuh wanita yang biasanya dipakaikan perhiasan, yang nampak ataupun yang tidak nampak. Sebagaimana firman Allah: dan janganlah (para wanita) menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka. Yang dimaksudkan dalam ayat ini bukanlah perhiasannya, karena ia di jual di pasar dan orang-orang asing dapat melihatnya, namun yang dimaksudkan adalah anggota tubuh yang dipakaikan perhiasan, yaitu kepala, rambut, leher, dada, lengan atas, lengan bawah, telapak tangan, betis, dan kaki..

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 10 hal. 149 | Achad

Ibnul Humam (w. 681 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Qadir sebagai berikut :

قوله وينظر الرجل من ذوات محارمه إلى الوجه والرأس والصدر والساقين والعضدين

Boleh bagi laki-laki melihat dari mahramnya : wajah, kepala, dada, kedua kaki, dan lengan tangan bagian atas.

Ibnul Humam, Fathul Qadir, jilid 10 hal. 31 | Isna

Az-Zaila'i (w. 743 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

(ووجه محرمه ورأسها وصدرها وساقها، وعضدها لا إلى ظهرها وبطنها، وفخذها) أي يجوز أن ينظر إلى وجه محرمه إلى آخر ما ذكر، ولا يجوز إلى ظهرها إلخ.

Boleh bagi laki-laki melihat dari mahramnya: wajah, kepala, dada, betis, lengan atas, tapi tidak melihat kepada punggung, perut, dan pahanya.

Az-Zaila'i, Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 6 hal. 19 | Isna

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

ولا بأس أن ينظر الى وجه أم أمرأته وشعرها وكفيها وكذلك زوجة أبيه ولا ينظر منهن إلا معصم ولا ساق ولا جسد ولا يجوز ترداد النظر وإدامته لامرأة شابة من ذوي المحارم أو غيرهن إلا عند الحاجة إليه أو الضرورة في الشهادة ونحوها وإنما يباح النظر إلى النساء القواعد اللاتي لا يرجو نكاحا

Dan diperbolehkan laki-laki melihat aurat ibu mertuanya, dan istri ayahnya dari wajah, telapak tangan. Dan tidak diperbolehkan untuk melihat pergelangan tangan, betis, dan badan. Dan tidak boleh mengulang-ulang pandangan serta berlama-lama memandang mahramnya yang masih muda kecuali untuk kepentingan dan keperluan kesaksian. Dan diperbolehkan melihat kepada wanita yang sudah tua yang tidak mungkin dinikahi..

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 2 hal. 1135 | Ipung

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

ويجوز لذوى المحارم النظر إلى ما فوق السرة ودون الركبة من ذوات المحارم

Batasan diperbolehkannya laki-laki melihat aurat wanita mahramnya adalah: dari bagian pusar ke atas dan dari bagian lutut ke bawah.

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 16 hal. 134 | Sarah

Al-Haitami (w. 974 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj sebagai berikut :

وعند نحو محرم ما بين السرة والركبة

Dan aurat wanita di depan mahramnya adalah dari pusar hingga lutut..

Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj, jilid 2 hal. 112 | Qathrin

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

ويحوز للرجل أن ينظر من ذوات محارمه إلى ما يظهر غالبًا كالرقبة والرأس والكفين والقدمين ونحو ذلك وليس له النظر إلى ما يستتر غالبًا، كالصدر والظهر ونحوهما

Dan diperbolehkan bagi laki-laki melihat aurat yang biasa nampak dari wanita mahram, seperti tengkuk leher, kepala, kedua telapak tangan, kedua kaki dan semisal itu. Dan ia tidak boleh melihat kepada aurat yang biasanya tertutup, seperti dada, punggung, dan semisalnya.

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 7 hal. 98 | Isna

Ibnu Taimiyah (w. 728 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Fatawa Al-Kubra sebagai berikut :

اتفقوا على تحريم النظر إلى الأجنبية وذوات المحارم لشهوة

Ulama sepakat atas haramnya melihat wanita, baik yang bukan mahramnya dan wanita yang menjadi mahram nya dengan syahwat.

Ibnu Taimiyah, Al-Fatawa Al-Kubra, jilid 1 hal. 285 | Sarah

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

وجائز لذي المحرم أن يرى جميع جسم حريمته، كالأم، والجدة، والبنت، وابنة الابن، والخالة، والعمة، وبنت الأخ، وبنت الأخت، وامرأة الأب، وامرأة الابن، حاشا الدبر والفرج فقط.

Dan boleh bagi mahram laki-laki untuk melihat seluruh tubuh mahram wanitanya seperti ibu, nenek, anak perempuan, cucu perempuan dari anak laki-laki, bibi dari ibu, bibi dari ayah, keponakan perempuan dari saudara laki-laki, keponakan perempuan dari saudara perempuan, istri ayah, dan istri anak, kecuali dubur dan kemaluan.

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 9 hal. 163 | Isna

Demikianlah pemaparan pendapat ulama madzhab mengenai bolehnya laki-laki melihat aurat wanita mahramnya dengan ketentuan yang telah tersebut diatas.Maka bagi setiap wanita atau laki-laki hendaknya mengetahui siapa saja yang menjadi mahramnya, serta menjaga pandangannya dari sesuatu yang tidak halal baginya. Wallahu’alam

Baca Lainnya :

Batasan Aurat Wanita Di hadapan Mahramnya
Ipung Multiningsih | 16 November 2015, 05:22 | published
Apakah Suara Wanita Itu Aurat?
Nur Azizah Pulungan | 12 September 2015, 13:23 | draft
Aurat Wanita Di Hadapan Laki-Laki Bukan Mahram
Siska | 12 September 2015, 13:23 | draft
Hukum Memakai Cadar
Miratun Nisa | 29 May 2015, 01:00 | published
Apakah Kedua Telapak Kaki Termasuk Aurat?
Nur Azizah Pulungan | 12 September 2015, 13:24 | draft