Hukum Nikah Siri

Sat 12 September 2015 13:21 | 0
Siti Maryam

Pembahasan tentang nikah sirri merupakan cabang dari pembahasan saksi dalam akad nikah. Perbedaan pendapat dikalangan ulama tentang hukum nikah sirri dikarenakan perbedaan definisi nikah sirri itu sendiri dikalangan mereka.

 

Ibnul Humam (w. 681 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Qadir sebagai berikut :

وقول الكرخيّ: نكاح السّرّ ما لم يحضره شهودٌ، فإذا حضروا فقد أعلن فالتّحقيق أنّه لا خلاف في اشتراط الإعلان، وإنّما الخلاف بعد ذلك في أنّ الإعلان المشترط هل يحصل بالإشهاد حتّى لا يضرّ بعده توصيته للشّهود بالكتمان إذ لا يضرّ بعد الإعلان التّوصية بالكتمان أو لا يحصل بمجرّد الإشهاد حتّى يضرّ، فقلنا نعم.

Perkataan al karkhi : nikah sirr adalah pernikahan yang tidak dihadiri saksi, jika dihadiri maka bukan dinamakan sirr maka yang benar adalah tidak ada perbedaan didalam syarat I値an, akan tetapi perbedaan pendapat disini adalah dalam hal I値an apakah yang masuk kategori I値an cukup dengan kesaksian syahid, sehingga kalaupun para saksi menyembunyikan kesaksiannya nikah nya tetap sah karena hadirnya saksi sudah dianggap I値an? Atau I値an itu tidak hanya cukup dengan kesaksian saksi? Menurut kami: iya, cukup disaksikan oleh saksi sudah termasuk I値an (walaupun setelah itu, saksi menyembunyikan kesaksiannya) .

Ibnul Humam, Fathul Qadir, jilid 3 hal. 200 | Fatimah

Dalam madzhab Hanafi, barometernya adalah i値an. status pernikahan sirri adalah sah selama memenuhi kriteria i値an, jadi walaupun hanya dihadiri oleh dua saksi kemudian saksi menyembunyikan kesaksiannya maka sudah masuk kategori i値an, sehingga tidak disebut sirri lagi. Ash-Shawi (w. 1241 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Hasyiatu Ash-Shawi Ala Asy-Syarhi Ash-Shaghir sebagai berikut :

قوله: [وفسخ نكاح السر] إلخ: محل ذلك ما لم يكن من خوف ظالم أو ساحر وإلا فلا حرمة ولا فسخ. قوله: [والمشهور] إلخ: الحاصل أن في نكاح السر طريقتين: طريقة الباجي تقول: استكتام غير الشهود نكاح سر أيضا، كما لو تواصى الزوجان والولي على كتمه ولم يوصوا الشهود بذلك ورجحها البدر القرافي و (بن) ، وطريقة ابن عرفة، ورجحها المؤلف تبعا ل (ح) : أن نكاح السر ما أوصي الشهود على كتمه، أوصي غيرهم أيضا على كتمه أم لا، ولا بد أن يكون الموصي الزوج انضم له أيضا غيره كالزوجة أو وليها أم لا.

Pernikahan sirri harus difasakh jika dilakukan bukan karena takut dari orang yang zholim, atau penyihir. Jika merahasiakannya karena takut dari mereka, maka tidak diharamkan dan tidak wajib difasakh. Nikah sirri bisa dengan dua cara: baik seperti yang dikatakan Al-Baji: Dengan meminta merahasiakan pernikahan kepada selain saksinya juga, atau seperti cara yang dikatakan Ibnu Arafah: nikah sirri adalah dengan mewasiatkan para saksi untuk merahasiakannya,baik mewasiatkan selain mereka juga untuk merahasiakannaya ataupun tidak.Yang mewasiatkan adalah suami dan pihak terkait seperti istri dan wali, ataupun tidak. .

Ash-Shawi, Hasyiatu Ash-Shawi Ala Asy-Syarhi Ash-Shaghir, jilid 2 hal. 382 | Isna

Al-Mawardi (w. 450 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hawi Al-Kabir sebagai berikut :

فإذا ثبت وجوب الشهادة في النكاح وأنها شرط في صحته فلا ينعقد إلا بشاهدين ولا ينعقد بشاهد وامرأتين... واحتج الشافعي بابن عباس أنه قال " لا نكاح إلا بولي مرشد وشاهدي عدل " وأن عمر رد نكاحا لم يشهد عليه إلا رجل وامرأة فقال " هذا نكاح السر ولا أجيزه ولو تقدمت فيه لرجمت " وقال عمر رضي الله عنه " لا تنكح المرأة إلا بإذن وليها أو ذي الرأي من أهلها أو السلطان

Apabila telah ditetapkan bahwa saksi itu wajib ada dalam suatu pernikahan dan merupakan syarat sahnya nikah, maka pernikahan tidak akan sah kecuali hanya dengan dua saksi laki-laki, bahkan tidak sah jika hanya disaksikan dengan satu saksi laki-laki dan dua saksi perempuan Imam Syafi'i berhujjah dengan perkataan Ibnu Abbas "pernikahan itu tidak sah kecuali dengan adanya wali dan dua orang saksi yang adil" dan Umar menolak adanya pernikahan yang saksinya hanya seorang laki-laki dan dua orang perempuan ia berkata: "ini termasuk nikah sirri dan aku tidak memperbolehkannya dan jika aku tahu dari awal maka akan aku rajam" dan Umar Radhiallahu anhu juga berkata: "seorang wanita itu tidak boleh dinikahi kecuali hanya dengan izin walinya atau pendapat para keluarganya atau pendapat seorang sultan (pemimpin). .

Al-Mawardi, Al-Hawi Al-Kabir, jilid 9 hal. 59 | Azizah

Berbeda dengan madzhab Hanafi dan Maliki, bagi madzhab Syafi段 nikah sirri adalah nikah yang dihadiri oleh syahid, namun syahid tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam nash, seperti satu syahid laki-laki dan dua syahid perempuan, atau jika yang menyaksikannya adalah para budak, atau kafir dzimmi (orang kafir yang berada dinegara islam dan dibawah kekuasaannya), dll. Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

فَإِنْ عَقَدَهُ بِوَلِيٍّ وَشَاهِدَيْنِ، فَأَسَرُّوهُ، أَوْ تَوَاصَوْا بِكِتْمَانِهِ، كُرِهَ ذَلِكَ، وَصَحَّ النِّكَاحُ.

Jika seseorang mengadakan akad nikah yang dihadiri oleh wali dan dua saksi, lalu mereka merahasiakannya, atau mereka saling berpesan agar menyembunyikan pernikahan tersebut, maka ini hukumnya makruh, dan nikahnya sah .

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 7 hal. 83 | Ipung

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

أَنَّهُ لَمْ يَصِحَّ قَطُّ نَهْيٌ عَنْ نِكَاحِ السِّرِّ إذَا شَهِدَ عَلَيْهِ عَدْلَانِ.

Tidak dibenarkan perkataan yang melarang nikah sirri selama disaksikan oleh dua saksi yang adil . .

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 9 hal. 49 | Maryam

Baca Lainnya :

Hukum Menikahi Wanita Hamil Karena Zina
Siti Sarah Fauzia | 12 September 2015, 13:18 | draft
Hukum Nikah Untuk Sementara
Fatimah Khairun Nisa | 12 September 2015, 13:19 | draft
Hukum Menikahi Wanita Yang Pernah Berzina
Zuria Ulfi | 7 May 2015, 13:22 | published
Nikah Dengan Niat Talaq
Nur Azizah Pulungan | 12 September 2015, 13:19 | draft
Suami/istri Murtad, Fasakh atau Talaq?
Siti Maryam | 31 October 2015, 06:13 | draft
Hukum Menikah Dengan Wanita Ahli Kitab
Isnawati | 18 July 2015, 13:20 | published
Hukum Nikah Siri
Siti Maryam | 12 September 2015, 13:21 | published
Hukum Nikah Syighar
Isnawati | 10 October 2015, 13:21 | published
Nikah Muhallil
Ipung Multiningsih | 12 September 2015, 13:21 | draft
Jika seorang istri masuk islam, namun suaminya tidak, bagaimana status perkawinan mereka?
Siti Maryam | 31 October 2015, 06:09 | draft
Hukum menikah waktu ihram:
Isnawati | 31 October 2015, 06:25 | approved
Apakah calon suami harus 途asyid?
Qathrin Izzah Fithri | 14 November 2015, 23:23 | published
Dinikahkan Oleh Bukan Walinya, Bagaimana Status Pernikahannya?
Isnawati | 31 October 2015, 06:26 | approved
Bolehkah Suami Mentalak Istri dan Langsung Menikahi Adiknya?
Isnawati | 31 October 2015, 06:54 | approved
Menikahi Wanita dalam Masa Iddah dan Menggaulinya, Bagaimana Hukumnya?
Ipung Multiningsih | 31 October 2015, 09:39 | approved