Batasan Yang Boleh Dilihat Saat Khitbah

Fri 25 September 2015 04:20 | 0
Siti Sarah Fauzia

 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

لا شك أنه يباح النظر إلى ثيابها ولا يعتبر خوف الفتنة في ذلك فكذلك إلى وجهها وكفها وروى الحسن بن زياد عن أبي حنيفة أنه يباح النظر إلى قدمها أيضا

Tidak diragukan lagi bahwasannya seorang laki-laki diperbolehkan melihat baju seorang wanita dan tidak dianggap akan menimbulkan fitnah, begitupula wajah dan telapak tangannya, bahkan Al-Hasan ibn Ziyad meriwayatkan dari Abu Hanifah diperbolehkan melihat telapak kakinnya..

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 10 hal. 153 | Achad

Ibnu Rusyd Al-Hafid (w. 595 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid sebagai berikut :

وأما النظر إلى المرأة عند الخطبة، فأجاز ذلك مالك إلى الوجه والكفين فقط

Menurut Imam Malik, batasan tubuh wanita yang boleh dilihat saat khitbah adalah wajah dan kedua telapak tangan saja..

Ibnu Rusyd Al-Hafid, Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid, jilid 3 hal. 31 | Nisa

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

ثم المنظور إليه الوجه والكفان ظهرا وبطنا، ولا ينظر إلى غير ذلك

Boleh melihat bagian wajah dan kedua telapak tangan, bagian dalam dan luar, dan tidak diperbolehkan melihat bagian lain .

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 7 hal. 20 | Zuria

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

ينظر إلى الوجه ولا يكون عن طريق لذة وله أن يردد النظر إليها ولا يباح له النظر إلى ما لا يظهر عادة

Dibolehkan melihat wajahnya dengan tidak disertai dengan syahwat dan dibolehkan mengulangi pandangannya. dan tidak diperbolehkan memandang kepada bagian yang tidak biasa dilihat. .

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 7 hal. 97 | Siska

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

ولا يجوز له أن ينظر منها إلا إلى الوجه والكفين فقط، لكن يأمر امرأة تنظر إلى جميع جسمها وتخبره.

Tidak diperbolehkan baginya untuk melihatnya kecuali wajah dan telapak tangannya, akan tetapi diperbolehkan mengutus seorang wanita untuk melihat seluruh tubuhnya dan menginformasikan kepadannya.

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 6 hal. 191 | Sarah

Baca Lainnya :

Batasan Yang Boleh Dilihat Saat Khitbah
Siti Sarah Fauzia | 25 September 2015, 04:20 | published
Kapan Haramnya Wanita Setelah Dikhitbah
Qathrin Izzah Fithri | 10 October 2015, 15:36 | draft
Bolehkan Mengkhitbah Wanita Yang Masih Dalam Masa Iddah Dengan Sindiran?
Zuria Ulfi | 27 October 2015, 00:29 | published
Lamaran Dibatalkan, Wajibkah Mengembalikan Seserahan?
Qathrin Izzah Fithri | 29 October 2015, 20:35 | draft