Bolehkah Manfaat Dijadkan Mahar?

Sat 12 September 2015 13:17 | 0
Qathrin Izzah Fithri

Mahar adalah salah satu rukun dalam pernikahan. Dalam prakteknya, kita dapati rupa mahar sangat beragam, mulai dari seperangkat alat shalat, perhiasan, uang tunai, dan lain sebagainya. Namun kita dapati juga di masyarakat berupa manfaat, seperti mengajarkan Al-Qur'an, atau berupa hafalan Al-Qur'an. Mahar yang merupakan manfaat dan bukan berupa harta benda. Bolehkah manfaat menjadi mahar dalam pernikahan? Mari simak pemaparan para ulama.

 

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

}فصل بيان ما يصح تسميته مهرا وما لا يصح{ وأما بيان ما يصح تسميته مهرا وما لا يصح وبيان حكم صحة التسمية وفسادها فنقول: لصحة التسمية شرائط منها. أن يكون المسمى مالا متقوما وهذا عندنا... فما لا يكون مالا لا يكون مهرا...

[Fasl penjelasan tentang yang boleh disebut sebagai mahar dan yang tidak] sedangkan penjelasan tentang yang boleh dan yang tidak boleh, sah dan fasadnya sesuatu sebagai mahar, maka kami berpendapat : mahar punya syarat-syarat sahnya, diantaranya adalah : Mahar tersebut berupa harta yang bernilai, ini menurut pendapat kami.... maka yang bukan berupa harta maka tidak bisa dijadikan mahar... .

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 2 hal. 277 | Fatimah

Ibnul Humam (w. 681 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Qadir sebagai berikut :

أن ما هو مال أو منفعة يمكن تسليمها شرعا يجوز التزوج عليها

Sesuatu yang berupa harta atau manfaat yang boleh diberikan secara syariat maka boleh digunakan untuk menikah (sebagai mahar)..

Ibnul Humam, Fathul Qadir, jilid 3 hal. 340 | Fatimah

Az-Zaila'i (w. 743 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

(ويجب مهر المثل في الشغار ... وتعليم القرآن) أي يجب مهر المثل ...في نكاح الشغار...وعلى تعليم القرآن

(Wajib memberikan mahar ‘mitsl’ dalam nikah syighar, ... dan mengajarkan Al-Qur’an) yakni wajib memberikan mahar ‘mitsl’ ... dalam nikah syighar ... dan mengajarkan Al-Qur’an .

Az-Zaila'i, Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 2 hal. 145 | Fatimah

Ash-Shawi (w. 1241 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Hasyiatu Ash-Shawi Ala Asy-Syarhi Ash-Shaghir sebagai berikut :

(ومضى) النكاح إن وقع (بمنفعة كدار) ... : أي منفعة مثل دار أو عبد أو دابة، (أو تعليمها قرآنا) كسورة منه ... قوله: [أي منفعة مثل دار] إلخ: أي كأن يقول: أتزوجك بمنافع داري أو دابتي أو عبدي سنة، ويجعل تلك المنافع صداقها...

(Dan tetap diteruskan) pernikahan jika menggunakan (manfaat seperti rumah) ... : yakni manfaat seperti rumah atau budak, atau binatang tunggangan, (atau mengajarkan Al-Qur’an) seperti salah satu surat di dalam Al-Quran Perkataan penulis : (yakni manfaat seperti rumah) dan seterusnya : yakni seperti berkata : Aku menikahimu dengan manfaat rumahku, atau binatang tungganganku, atau budakku selama setahun, dan menjadikan manfaat tersebut sebagai mahar .

Ash-Shawi, Hasyiatu Ash-Shawi Ala Asy-Syarhi Ash-Shaghir, jilid 2 hal. 448 | Isna

Al-Imam Asy-Syafi'i (w. 204 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Umm sebagai berikut :

(قال الشافعي) : يجوز أن تنكحه على أن يخيط لها ثوبا أو يبني لها دارا أو يخدمها شهرا أو يعمل لها عملا ما كان أو يعلمها قرآنا مسمى أو يعلم لها عبدا وما أشبه هذا

Imam Syafi'i berkata: seorang wanita boleh dinikahi dengan mahar bahwa si calon suami ini akan menjahitkan baju baginya, atau membangun rumah untuknya, ia melayaninya selama sebulan, ia bekerja untuknya, mengajarkannya Al-Qur'an , memberikan kepadanya budak, dan hal-hal lain yang mirip dengannya..

Al-Imam Asy-Syafi'i, Al-Umm, jilid 5 hal. 64 | Azizah

Al-Mawardi (w. 450 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hawi Al-Kabir sebagai berikut :

أن كل منفعة صح أن يبذلها الغير عن الغير تبرعا جاز أن يبذلها مهرها، قياسا على سائر الأعمال المباحة…

Sesungguhnya semua manfaat itu boleh orang berikan kepada orang lain sebagai bayaran dan boleh juga dijadikan sebagai mahar, manfaat ini diqiyaskan dengan semua pekerjaan yang boleh dikerjakan....

Al-Mawardi, Al-Hawi Al-Kabir, jilid 9 hal. 405 | Azizah

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

كل عمل جاز الاستئجار عليه، جاز جعله صداقا، وذلك كتعليم القرآن والصنائع، وكالخياطة والخدمة والبناء وغيرها،

Setiap pekerjaan yang menghasilkan, maka boleh dijadikan mahar, seperti mengajarkan Al-Qur’an dan memproduksi, begitu juga menjahit, melayani, membangun, dan lain sebagainya..

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 7 hal. 304 | Qathrin

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

ويجوز أن يكون منفعه كالخدمه وتعليم القرآن وغيرهما من المنافع المباحة... ولا يجوز أن يكون محرما كالخمر وتعليم التوراة وتعليم القرآن للذميه، لا تتعلمه للرغبه في الاسلام، ولا ما فيه غرر كالمعدوم والمجهول ... فإن تزوج على شئ من ذلك لم يبطل النكاح، لان فساده ليس بأكثر من عدمه، فإذا صح النكاح مع عدمه صح مع فساده

Boleh berupa manfaat seperti pelayanan dan mengajarkan Al-Qur’an dan lain sebagainya yang merupakan manfaat yang dibolehkan ... dan tidak boleh berupa sesuatu yang diharamkan seperti khamr, dan mengajarkan taurat, dan mengajarkan Al-Qur’an untuk orang kafir dzimmi yang mana mereka belajar bukan karena menyukai Islam, dan tidak boleh sesuatu yang di dalamnya terdapat kecurangan seperti sesuatu yang tidak ada, atau tidak diketahui ... jikapun menikah dengan mahar seperti yang telah disebutkan maka pernikahan tersebut tidak batal, karena fasad pada mahar masih lebih baik daripada tidak ada mahar, dan jika pernikahan tanpa mahar hukumnya sah apalagi pernikahan dengan mahar meskipun fasad..

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 16 hal. 238 | Qathrin

Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib sebagai berikut :

(فصل كل عمل يستأجر عليه) كتعليم قرآن وخياطة وخدمة وبناء (يجوز جعله صداقا

(Pasal : Setiap pekerjaan yang menghasilkan) seperti mengajrkan Al-Qur’an, menjahit, melayani, membangun (boleh dijadikan mahar)..

Zakaria Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib, jilid 3 hal. 215 | Qathrin

Al-Khatib Asy-Syirbini (w. 977 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Mughni Al-Muhtaj sebagai berikut :

(و) لا تتقدر صحة الصداق بشيء لقوله تعالى: {أن تبتغوا بأموالكم} [النساء: 24] [النساء] فلم يقدره، «وقوله - صلى الله عليه وسلم -: التمس ولو خاتما من حديد» بل ضابطه كل (ما صح) كونه (مبيعا) عوضا أو معوضا عينا أو دينا أو منفعة كثيرا أو قليلا ما لم ينته في القلة إلى حد لا يتمول (صح) كونه (صداقا) ومالا فلا...

(Dan) jumlah mahar itu memang tidak ada batasannya/ketentuan jumlahnya, seperti halnya hadits firman Allah SWT: "(yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu" dalam ayat ini tidak ditentukan berapa jumlahnya. Dan sabda Rasulullah Shallalahu alaihi wasallam: "berikanlah mahar walaupun hanya cincin dari besi" begitupun dengan hadits ini, tolak ukurnya adalah (bahwa apapun yang boleh dijual) sebagai pengganti atau yang menggantikan, baik itu tunai atau hutang, manfaatnya sedikit atau banyak, selama itu tidak habis ketika sedikit jumlahnya sampai batas ia tak bisa berkembang maka (boleh dijadikan mahar)..

Al-Khatib Asy-Syirbini, Mughni Al-Muhtaj , jilid 4 hal. 367 | Azizah

Ibnu Taimiyah (w. 728 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Fatawa Al-Kubra sebagai berikut :

وعلى هذا لو تزوجها على أن يخيط لها كل شهر ثوبا صح أيضا إذ لا فرق بين الأعيان والمنافع

Jadi jika seorang suami menikahi istrinya dengan mahar ia menjahitkan untuk istrinya pakaian setiap bulan maka nikahnya sah karena pada dasarnya tidak ada perbedaan antara barang dan manfaat (jasa ) membuat barang..

Ibnu Taimiyah, Al-Fatawa Al-Kubra, jilid 5 hal. 471 | Maryam

Al-Mardawi (w. 885 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf sebagai berikut :

قوله (ولا يتقدر أقله ولا أكثره، بل كل ما جاز أن يكون ثمنا أو أجرة: جاز أن يكون صداقا) . هذا المذهب. وعليه الأصحاب

Tidak dapat ditentukan minimal atau maksimal dalam mahar. Bahkan apa-apa yang mempunyai nilai atau jasa bisa dijadikan mahar. Ini dalah pendapat resmi madzhab.dan para ulama madzhab..

Al-Mardawi, Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf, jilid 8 hal. 229 | Maryam

Al-Buhuti (w. 1051 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Kasysyaf Al-Qinna' sebagai berikut :

(وكل ما صح ثمنا أو أجرة صح مهرا وإن قل)

(Apapun yang berharga atau mempunyai nilai boleh dijadikan mahar meskipun sedikit)..

Al-Buhuti, Kasysyaf Al-Qinna', jilid 5 hal. 129 | Ipung

Dalam masalah ini, hampir semua madzhab membolehkan manfaat menjadi mahar dalam pernikahan kecuali Imam Al-Kasani dari madzhab Al-Hanafiyah dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' . Beliau berpendapat bahwa mahar haruslah berupa harta. Wallahu a'lam.

Baca Lainnya :

Akad Nikah Tanpa Mahar, Sah atau Tidak?
Ipung Multiningsih | 12 September 2015, 13:16 | draft
Batas Minimal Mahar
Miratun Nisa | 7 October 2015, 18:28 | published
Bolehkah Manfaat Dijadkan Mahar?
Qathrin Izzah Fithri | 12 September 2015, 13:17 | published
Suami Mengatakan Sudah Menyerahkan Mahar, Namun Istri Mengingkarinya
Miratun Nisa | 14 October 2015, 15:50 | published
Mengajarkan Al-Quran Bisakah Dijadikan Mahar?
Nur Azizah Pulungan | 12 September 2015, 13:18 | draft
Standar Mahar Mitsl
Miratun Nisa | 9 October 2015, 07:00 | published
Suami Istri Berbeda Pendapat dalam Penyebutan Mahar Saat Akad
Siti Sarah Fauzia | 31 October 2015, 19:38 | published
Pengertian Mahar Menurut Ulama
Zuria Ulfi | 11 October 2015, 13:03 | published
Batasan waktu mencicil mahar
Nur Azizah Pulungan | 18 November 2015, 06:00 | published
Hukum meminta pelunasan mahar saat suami kesulitan
Nur Azizah Pulungan | 30 October 2015, 06:04 | approved
Ketentuan adil dalam menggilir para istri
Nur Azizah Pulungan | 30 October 2015, 06:17 | approved
اشتراط الولي شيئاً من المهر لنفسه
Nur Azizah Pulungan | 30 October 2015, 06:18 | draft
Membunuh Suami Sebelum Dukhul, Gugurkah Hak Mendapatkan Mahar ?
Achadiah | 21 November 2015, 16:00 | published
Menikah dibawah umur, Siapakah yang Berhak Memegang Maharnya?
Siti Sarah Fauzia | 31 October 2015, 19:43 | approved