Definisi Mut'ah

Tue 13 October 2015 13:09 | 0
Zuria Ulfi

Apa yang terlintas dibenak pembaca saat pertama membaca judul tulisan diatas? Ketika mendengar kata mut'ah maka yang aka terbayang adalah nikah mut'ah. Dan tentu saja pembaca akan penasaran dengan defenisi mut'ah tersebut. Namun pembahasan kali ini sangat jauh dan tidak berkaitan sama sekali dengan nikah mut'ah yang dimaksud.

Pembahasan dalam tulisan ini adalah tentang mut'ahnya istri yang dicerai suaminya. Yaitu harta yang diberikan suami kepada istrinya saat terjadi perceraian. Namun para ulama memberikan defenisi yang berbeda tentang makna mut'ah itu sendiri. Ulama dalam madzhab Syafi'iyah berpendapat bahwa mut'ah adalah harta yang diberikan suami kepada istri yang telah dicerai. Tetapi ulama madzhab Malikiyah berpendapat bahwa mut'ah adalah bentuk istihsan suami kepada istri sebagai pengganti dari perceraian. Sementara ulama dalam madzhab Hanafiyah tidak memberikan defenisi khusus tentang mut'ah.

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak pemaparan pendapat dari masing-masing madzhab.

 

Ibnu Juzai Al-Kalbi (w. 741 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Qawanin Al-Fiqhiyah sebagai berikut :

(الفصل الخامس) في متعة المطلقات وهي الإحسان إليهن حين الطلاق بما يقدر عليه المطلق بحسب ماله في القلة والكثرة وهي مستحبة

Fashal kelima: pemberian mut’ah kepada wanita yang ditalak adalah bentuk perbuatan baik dari suami yang mentalaknya ketika talak terjadi, pemberian itu disesuaikan dengan kemampuan suami baik sedikit atau banyak. Pemberian mut'ah ini hukumnya mustahab..

Ibnu Juzai Al-Kalbi, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah, jilid 1 hal. 159 | Nisa

Muhammad bin Abdullah al-Khurasyi (w. 1101 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Syarh Mukhtashar Khalil sebagai berikut :

أن المتعة وهي ما يعطيه الزوج لمطلقته ليجبر بذلك الألم الذي حصل لها بسبب الفراق

Mut’ah adalah sesuatu yang diberikan oleh suami kepada istri yang ditalak untuk mengobati rasa sakit yang diakibatkan karena perpisahan..

Muhammad bin Abdullah al-Khurasyi, Syarh Mukhtashar Khalil, jilid 4 hal. 87 | Nisa

Al-Imam Asy-Syafi'i (w. 204 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Umm sebagai berikut :

المال الذي يدفعه الرجل إلى امرأته؛ لمفارقته إياها

Dari Kitab Kifayatu An-Nabih fi Syarhi At-Tanbih. Harta yang diserahkan suami kepada istri yang ditalaknya sebab telah ia ceraikan .

Al-Imam Asy-Syafi'i, Al-Umm, jilid 13 hal. 313 | Zuria

Kamaluddin Muhammad bin Musa bin Isa (w. 808 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya An-Najmu Al-Wahhaj fi Syarhil Minhaj sebagai berikut :

المتعة بضم الميم: من التمتع، وهو الانتفاع، والمراد هنا: المال الذي يدفعه الرجل إلى المرأة عند الفراق

Al-mut’ah berasal dari kata at-tamattu’ artinya mengambil manfaat. Yaitu harta yang diserahkan suami kepada istrinya sebab perceraian .

Kamaluddin Muhammad bin Musa bin Isa, An-Najmu Al-Wahhaj fi Syarhil Minhaj, jilid 7 hal. 358 | Zuria

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

نيل المارب بشرح دليل الطالب (2/ 199) المتعة ما يجبُ لحرةٍ أو سيِّدِ أمةٍ على زوجٍ بطلاقٍ قبل دخولٍ لمن لم يُسَمِّ لها مهرٌاً

Mut’ah adalah harta yang diberikan oleh suami kepada isterinya yang merdeka atau kepada tuan dari istrinya (jika istrinya adalah budak) disebabkan terjadinya thalaq sebelum dukhul bagi suami yang belum menyebutkan mahar untuk isterinya pada saat akad..

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 4 hal. 101 | Siska

Ternyata para ulama hampir bersepakat bahwa saat terjadi perceraian antara suami dan istri maka suami dianjurkan untuk memberikan sebagian atau sedikit hartanya sebagai bentuk istihsan akibat perceraian.

Wallahu a'lam

Baca Lainnya :

Definisi Mut'ah
Zuria Ulfi | 13 October 2015, 13:09 | published
Hukum Mut'ah
Achadiah | 12 October 2015, 13:15 | published
Ukuran Nilai Mut'ah Bagi Wanita Yang Ditalak
Siska | 16 October 2015, 19:35 | draft