Bolehkah Ada Jeda Antara Ijab dan Qabul?

Sat 12 September 2015 13:08 | 0
Fatimah Khairun Nisa

 

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

وأما الفور فليس من شرائط الانعقاد عندنا...

Dan menurut pendapat kami menjawab dengan langsung (tanpa jeda) dalam ijab qabul itu bukan termasuk syarat sahnya akad nikah .

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 2 hal. 232 | Azizah

Ibnul Humam (w. 681 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Qadir sebagai berikut :

فلذا قيل المثال الصحيح أتزوجك بألف فتقول قبلت على إرادة الحال، وعرف من هذا أن شرط القبول في النكاح المجلس كالبيع لا الفور خلافا للشافعي رحمه الله

Maka dikatakan dalam suatu contoh yang benar yaitu” saya akan nikahi kamu dengan mahar seribu” kemudian calon istri akan menjawab “saya terima” dengan dengan maksud sekarang juga, dan dapat diketahui dalam hal ini bahwa syarat qabul dalam pernikahan harus dalam satu majlis seperti dalam masalah jual-beli tapi tidak disyaratkan harus segera, berbeda dengan pendapat Imam Syafi'i. .

Ibnul Humam, Fathul Qadir, jilid 3 hal. 191 | Azizah

Ibnu Abdin (w. 1252 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Radd Al-Muhtar ala Ad-Dur Al-Mukhtar sebagai berikut :

[كِتَابُ النِّكَاحِ]......... وأمّا الفور فليس من شرطه؛

(Kitab Nikah)....... sedangkan menjawab dengan segera bukan merupakan syarat sah ijab qabul;.

Ibnu Abdin, Radd Al-Muhtar ala Ad-Dur Al-Mukhtar, jilid 3 hal. 14 | Fatimah

Ibnu Juzai Al-Kalbi (w. 741 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Qawanin Al-Fiqhiyah sebagai berikut :

فإن تراخى فيه القبول عن الإيجاب يسيرا جاز

Jika ada jeda yang sebentar antara ijab dan qabul itu boleh..

Ibnu Juzai Al-Kalbi, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah, jilid 1 hal. 131 | Isna

Al-Hathab Ar-Ru'aini (w. 954 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Mawahibul Jalil fi Syarhi Mukhtashar Khalil sebagai berikut :

فإن تراخى القبول عن الإيجاب يسيرا جاز

Adanya jeda yang sebentar antara ijab dan qabul itu maka boleh..

Al-Hathab Ar-Ru'aini, Mawahibul Jalil fi Syarhi Mukhtashar Khalil, jilid 3 hal. 422 | Isna

Asy-Syirazi (w. 476 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

فإن فصل بين القبول والإيجاب بخطبة ... ففيه وجهان: أحدهما وهو قول الشيخ أبي حامد الإسفرايني رحمه الله أنه يصح لأن الخلية مأمور بها للعقد فلم تمنع صحته كالتيمم بين صلاتي الجمع والثاني لا يصح لأنه فصل بين الإيجاب ..والقبول فلم يصح كما لو فصل بينهما بغير الخطبة

Jika terdapat jeda khutbah diantara Ijab dan Qabul ... ada dua pendapat : Yang pertama yakni pendapat Syaikh Abi Hamid Al-Isfarani –rahimahullah- bahwa akad tersebut sah karena jeda itu dianjurkan dalam akad maka tidak menghalangi keshahihan akad seperti tayammum diantara dua shalat jama’. Pendapat yang kedua adalah tidak sah karena memisahkan ijab dan qabul maka tidak bisa dikatakan sah sebagaimana jika terdapat jeda diantara keduanya selain khutbah... .

Asy-Syirazi, Al-Muhadzdzab, jilid 2 hal. 438 | Qathrin

Di dalam kitabnya Imam Asy-Syairazi memaparkan dua pendapat tanpa merajihkan salah satunya. An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

قلت: الصحيح اشتراط القبول على الفور، فلا يضر الفصل اليسير، ويضر الطويل، وهو ما أشعر بإعراضه عن القبول

Menurut pendapat saya : mensyaratkan ‘segera’ dalam qabul adalah yang paling benar, maka tidak masalah jika jeda sebentar, asalkan tidak lama yakni jeda panjang yang membuatnya enggan untuk menerima....

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 7 hal. 39 | Qathrin

Di dalam masalah ini Imam An-Nawawi menjelaskan dengan rinci jeda apa yang dibolehkan dan tidak dibolehkan. Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Al-Imam Ahmad sebagai berikut :

وإن تراخى القبول عن الإيجاب صح ما داما في المجلس ولم يتشاغلا بما يقطعه؛ …فإن تفرقا قبله، أو تشاغلا بغيره قبل القبول بطل الإيجاب؛ لأنهما أعرضا عنه بتفرقهما، أو تشاغلهما فبطل، كما لو طال التراخي.

Dibolehkan adanya jeda antara ijab dan qabul selama wali dan calon suami masih berada dalam majelis akad dan keduanya tidak sibuk dengan hal lain yang tidak ada kaitannya denga akad nikah… setelah lafadz ijab terucap,jika wali dan calon suami berpisah sebelum majlis akad selesai, atau keduanya sibuk dengan urusan diluar akad dan belum terucap qabul, maka ijab dianggap batal. Karena itu artinya keduanya sengaja menolak akad dengan cara berpisah atau menyibukkan diri, sebagaimana jika jeda antara ijab dan qabul terlalu lama..

Ibnu Qudamah, Al-Kafi fi Fiqhi Al-Imam Ahmad, jilid 3 hal. 21 | Maryam

Kesimpulan dari permasalahan diatas adalah; madzhab Al-Hanafiyyah tidak mensyaratkan bersegera dalam menjawab ijab, jadi tidak masalah jika ada jeda antara ijab dan qabul. Madzhab Al-Malikiyyah, membatasi hanya jeda sebentar yang diperbolehkan, begitu juga dengan madzhab Asy-Syafi'iyyah. Sedangkan madzhab Al-Hanabilah sedikit membedakan, jika ada jeda diantara ijab dan qabul akan tetapi masih dalam satu majelis dan tidak disibukkan dengan suatu pekerjaan maka boleh. Akan tetapi jika ada jeda diantara keduanya kemudian dua pihak yang melangsungkan ijab dan qabul saling berpisah tidak dalam satu majelis, atau sibuk mengerjakan suatu hal maka hal ini tidak diperbolehkan. Sedangkan alasan beberapa ulama yang tidak membolehkan adanya jeda adalah supaya tidak terjadi keengganan dari pihak wanita disaat jeda tersebut untuk menerima ijab dari pihak lelaki. Wallaahu a'lam bisshawab.

Baca Lainnya :

Rukun Nikah Menurut Empat Mazhab
Isnawati | 16 September 2015, 00:05 | published
Haruskah Disebutkan Lafadz Nikah Secara Jelas Dalam Akad?
Qathrin Izzah Fithri | 12 September 2015, 13:06 | published
Akad Nikah : Termasuk Akad Lazim atau Akad Jaiz?
Siti Maryam | 12 September 2015, 13:06 | published
Tuna Wicara Apakah Akad Dengan Isyarat atau Tulisan?
Qathrin Izzah Fithri | 12 September 2015, 13:07 | published
Apakah Ijab Qabul Harus Satu Majelis?
Fatimah Khairun Nisa | 12 September 2015, 13:07 | draft
Bolehkah Ada Jeda Antara Ijab dan Qabul?
Fatimah Khairun Nisa | 12 September 2015, 13:08 | published
Kedudukan Wakil Dalam Akad Nikah
Fatimah Khairun Nisa | 12 September 2015, 13:08 | draft