Haruskah Akad Dengan Bahasa Arab?

Thu 17 September 2015 11:06 | 0
Siti Maryam

 

Ibnul Humam (w. 681 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Qadir sebagai berikut :

وعرف من تعريف الإيجاب والقبول بأنهما اللفظان الصالحان لإفادة ذلك العقد عدم الاختصاص بالعربية

Dan telah diketahui dari definisi ijab dan qabul sebagai dua lafadz yang berfungsi untuk menyampaikan maksud dari akad tersebut tanpa harus menggunakan bahasa Arab.

Ibnul Humam, Fathul Qadir, jilid 3 hal. 190 | Azizah

Ibnu Abdin (w. 1252 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Radd Al-Muhtar ala Ad-Dur Al-Mukhtar sebagai berikut :

ومثل الألفاظ الأعجميّة الموضوعة للنّكاح، فيصحّ به العقد

atau lafadz a’jami (bukan bahasa arab) yang digunakan dalam pernikahan, maka hukum akad nya sah .

Ibnu Abdin, Radd Al-Muhtar ala Ad-Dur Al-Mukhtar, jilid 3 hal. 19 | Fatimah

Asy-Syirazi (w. 476 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

وإنه يصح سواء أحسن بالعربية أو لم يحسن

.. pernikahannya sah baik (yang melakukan akad) memahami bahasa arab dengan baik ataupun tidak ....

Asy-Syirazi, Al-Muhadzdzab, jilid 2 hal. 437 | Qathrin

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

... وفي انعقاده بمعنى اللفظين بالعجمية من العاقدين أو أحدهما أوجه. أصحها: الانعقاد...

Mengenai sahnya akad ijab dan qabul dengan bahasa ‘ajamiyyah (selain bahasa arab) oleh dua orang yang melaksanakan akad terdapat beberapa pendapat, yang paling shahih adalah sah....

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 7 hal. 36 | Qathrin

Ar-Ramli (w. 1004 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Nihayatul Muhtaj sebagai berikut :

(ويصح) عقد النكاح (بالعجمية) (في الأصح) وهي ما عدا العربية من سائر اللغات....

Akad nikah (sah) dengan selain bahasa ‘ajamiyyah (menurut pendapat yang paling shahih) yakni selain bahasa arab....

Ar-Ramli, Nihayatul Muhtaj, jilid 6 hal. 212 | Qathrin

Abul Khatab Al-Kalwadzani (w. 510 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Hidayah 'ala Madzhabi Al-Imam Ahmad sebagai berikut :

فأما الإيجاب فلا يصح إلا بلفظ التزويج والإنكاح لمن يحسنهما أو بمعناهما الخاص بكل لسان لمن لا يحسنهما

Adapun ijab maka tidak sah kecuali dengan lafadz at-tazwij ataupun al-inkah bagi orang yang bisa mengucapkannya. Sedangkan bagi yang tidak bisa mengucapkannya, maka boleh dengan lafadz khusus yang menunjukan makna at tazwij dan al inkah dengan segala bahasa..

Abul Khatab Al-Kalwadzani , Al-Hidayah 'ala Madzhabi Al-Imam Ahmad, jilid 0 hal. 388 | Maryam

Lafadz at-Tazwij dan al-inkah adalah dua lafadz yang berbahasa arab, jika wali tidak bisa mengucapkannya dengan bahasa arab maka ia boleh mengucapkannya dengan lafadz khusus yang mengandung arti at-tazwij ataupun al-inkah. Seperti: "saya kawinkan putri saya fulanah denganmu." Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

ولا يجوز النّكاح إلّا باسم الزّواج أو النّكاح، أو التّمليك، أو الإمكان. ولا يجوز بلفظ الهبة، وبلفظ غيرها لما ذكرنا، أو بلفظ الأعجميّة يعبّر به عن الألفاظ الّتي ذكرنا لمن يتكلّم بتلك اللّغة ويحسنها

Hanya terdapat empat lafadz nikah: az-zawaj, an-nikah, at-tamlik, atau al-imkan, dan tidak boleh menggunakan lafadz hibah maupun lafadz selain hibah, atau lafadz asing (bukan bahasa arab)walaupun lafadz tersebut menunjukan makna lafadz-lafadz yang dibolehkan diatas bagi orang yang dapat mengucapkan lafadz-lafadz tersebut (dengan bahasa arab)..

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 9 hal. 47 | Maryam

Demikian pemaparan para ulama mengenai sah atau tidaknya akad nikah dengan menggunakan bahasa selain bahasa arab. Mayoritas ulama membolehkannya selama menggunakan lafadz yang menunjukan makna nikah, Namun mereka berbeda pendapat bagi orang yang dapat mengucapkannya dengan bahasa arab dan bagi orang yang sama sekali tidak dapat mengucapkannya dengan bahasa arab. Hal ini menunjukan universalitas agama islam. Allah a'lam

Baca Lainnya :

Kapankah Ibu Mertua Menjadi Mahram Bagi Menantu, Sejak Akad Atau Setelah Jima'?
Siti Sarah Fauzia | 12 May 2015, 05:24 | published
Bolehkah Menikahkan Orang Gila?
Zuria Ulfi | 21 November 2015, 17:04 | approved
Makna Nikah Hakiki : Akad atau Jima?
Achadiah | 21 September 2015, 15:01 | published
Bolehkah Nikah Dengan Meminta Syarat Tertentu?
Ipung Multiningsih | 10 September 2015, 09:29 | draft
Berbagai Kondisi Yang Mewajibkan Nikah
Siska | 24 September 2015, 04:00 | published
Haruskah Akad Dengan Bahasa Arab?
Siti Maryam | 17 September 2015, 11:06 | published
Haruskah Nikah Dengan Perawan?
Zuria Ulfi | 23 September 2015, 16:10 | published
Apakah Keridhaan Kedua Belah Pihak Menjadi Syarat Sahnya Akad?
Nur Azizah Pulungan | 15 October 2015, 06:00 | draft
Wajibkah Suami Menjima' Istrinya ?
Achadiah | 7 October 2015, 01:59 | published
Wajibkah Mengumumkan Pernikahan?
Siska | 8 October 2015, 23:16 | published
Nasab Anak Zina
Nur Azizah Pulungan | 10 October 2015, 16:48 | draft
Nasab Anak dari Hubungan Syubhat
Fatimah Khairun Nisa | 10 October 2015, 16:49 | draft
Wajibkah Seorang Istri Mengkhidmah Suaminya?
Ipung Multiningsih | 10 October 2015, 16:52 | draft
Kadar Nafkah Suami untuk Istri Menurut 4 Mazhab
Siti Maryam | 10 October 2015, 16:53 | draft
Pengaruh Khalwah Dalam Ketetapan Nasab
Zuria Ulfi | 29 October 2015, 01:16 | published
Siapa yang berhak menikahkan anak dibawah umur?
Fatimah Khairun Nisa | 7 November 2015, 06:03 | approved
Hukum menikahkan orang gila
Nur Azizah Pulungan | 7 November 2015, 14:13 | approved