Rukun Nikah Menurut Empat Mazhab

Wed 16 September 2015 00:05 | 3
Isnawati

 

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

وأما ركن النكاح فهو الإيجاب والقبول

Adapun rukun nikah adalah Ijab dan Qabul..

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 2 hal. 229 | Fatimah

Ibnul Humam (w. 681 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Qadir sebagai berikut :

النكاح ينعقد بالإيجاب والقبول

Pernikahan terjadi dengan Ijab dan qabul.

Ibnul Humam, Fathul Qadir, jilid 189 hal. 3 | Fatimah

Az-Zaila'i (w. 743 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq sebagai berikut :

وركنه الإيجاب والقبول

Dan rukunnya (rukun nikah), adalah ijab dan qabul..

Az-Zaila'i, Tabyin Al-Haqaiq Syarh Kanzu Ad-Daqaiq, jilid 2 hal. 95 | Fatimah

Al-Hathab Ar-Ru'aini (w. 954 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Mawahibul Jalil fi Syarhi Mukhtashar Khalil sebagai berikut :

أما الولي والزوجة والزوج والصيغة فلا بد منها ولا يكون نكاح شرعي إلا بها لكن الظاهر أن الزوج والزوجة ركنان والولي والصيغة شرطان، وأما الشهود والصداق فلا ينبغي أن يعدا في الأركان ولا في الشروط لوجود النكاح الشرعي بدونهما

Adapun wali, istri, suami dan shigah ijab dan qabul, merupakan hal-hal yang harus terpenuhi dalam pernikahan. Meskipun secara jelasnya, suami dan istri itulah rukun dalam pernikahan, wali dan akad hanyalah syarat. sedangkan saksi dan mahar tidak merupakan rukun dan tidak juga merupakan syarat, karena pernikahan bisa terlaksana tanpa keduanya..

Al-Hathab Ar-Ru'aini, Mawahibul Jalil fi Syarhi Mukhtashar Khalil, jilid 3 hal. 419 | Isna

Ad-Dasuqi (w. 1230 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Hasyiyatu Ad-Dasuqi 'ala Asy-Syarah Al-Kabir sebagai berikut :

ومرادهم بالركن ما تتوقف عليه حقيقة الشيء فيشمل الزوج والزوجة والولي والصيغة

Yang dimaksudkan ulama madzhab malikiyah dengan rukun adalah yang terbentuk sesuatu dengannya. Maka rukun nikah mencakup suami, istri, wali dan shigah (ijab dan qabul)..

Ad-Dasuqi, Hasyiyatu Ad-Dasuqi 'ala Asy-Syarah Al-Kabir, jilid 2 hal. 220 | Isna

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Raudhatu Ath-Thalibin sebagai berikut :

وهي أربعةٌ. 1. [الركن] الأول: الصيغة إيجابا وقبولا... 2. الركن الثاني: المنكوحة، ويشترط خلوها من موانع النكاح... 3. الركن الثالث: الشهادة، فلا ينعقد النكاح إلا بحضرة رجلين مسلمين مكلفين حرين ... 4. الركن الرابع: العاقدان، وهما ... الزوج ومن ينوب عنه. و...الولي أو وكيله...

Rukun Nikah yaitu : Pertama : Ijab Qabil (akad) Kedua : Mempelai, dengan syarat terbebas dari hal-hal yang menghalangi pernikahan Ketiga : Saksi, maka tidak sah nikah tanpa kehadiran dua orang laki-laki muslim, baligh dan sehat akal, merdeka, adil... Keempat : Dua pihak yang melakukan akad nikah, yaitu suami atau yang mewakili dan wali atau yang mewakili..

An-Nawawi, Raudhatu Ath-Thalibin, jilid 7 hal. 36 | Qathrin

Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib sebagai berikut :

1. الصيغة وهي (الإيجاب والقبول بلفظ التزويج أو النكاح) 2. (الركن الثاني المنكوحة ويشترط خلوها من الموانع) 3. (الركن الثالث: الشهادة) وما كان من نكاح على غير ذلك فهو باطلٌ فإن تشاجروا فالسلطان ولي من لا ولي له 4. (الركن الرابع العاقدان) كما في البيع (وهما الزوج والولي أو النائب) عن كل منهما

Rukun pertama: shigah, yaitu ijab dan qabul dengan lafazh kawin atau nikah. Rukun kedua: orang yang dinikahkan, disyaratkan tidak ada yang menghalanginya untuk menikah. Rukun ketiga: Saksi. Setiap pernikahan tanpa menghadirkan saksi maka nikahnya bathil. Jika mereka berseteru, maka hakim menjadi wali bagi yang tidak memiliki wali.

Zakaria Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib, jilid 3 hal. 118 | Qathrin

Al-Haitami (w. 974 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj sebagai berikut :

في أركان النّكاح وتوابعها، وهي أربعة زوجان وولي وشاهدان وصيغة

Dalam masalah rukun nikah dan hal-hal yang terkait di dalamnya ada 4 yaitu: mempelai wanita dan laki-laki, wali, dua saksi dan sighah..

Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj, jilid 7 hal. 217 | Azizah

Al-Khatib Asy-Syirbini (w. 977 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Mughni Al-Muhtaj sebagai berikut :

وأركانه خمسة: صيغة، وزوجة، وشاهدان، وزوج، وولي، وهما العاقدان في أركان النّكاح وتوابعها، وهي أربعة زوجان وولي وشاهدان وصيغة

Rukun nikah ada lima: istri, dua saksi, suami, dan wali, yang merupakan dua pihak yang melakukan akad..

Al-Khatib Asy-Syirbini, Mughni Al-Muhtaj , jilid 4 hal. 226 | Azizah

Al-Buhuti (w. 1051 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Kasysyaf Al-Qinna' sebagai berikut :

(وأركانه) أي النكاح ثلاثةٌ أحدها (الزوجان الخاليان من الموانع) الآتية في باب محرمات النكاح. (و) الثاني (الإيجاب و) الثالث (القبول) لأن ماهية النكاح مركبةٌ منهما ومتوقفةٌ عليهما (ولا ينعقد) النكاح (إلا بهما مرتبين، الإيجاب أولا وهو) أي الإيجاب (اللفظ الصادر من قبل الولي أو من يقوم مقامه) كوكيل لأن القبول إنما يكون للإيجاب فإذا وجد قبله لم يكن قبولا لعدم معناه.

Rukun nikah ada tiga: Pertama: Suami dan istri yang terbebas dari hal-hal yang menghalangi pernikahan. Kedua: ijab. Ketiga: Qabul, karena dalam akad nikah terdiri dari ijab dan qabul, dan pernikahan tidaklah sah kecuali dengan ijab dan qabul yang terjadi secara tertib. Dimana akad dimulai dari pihak wali mempelai wanita, atau yang mewakilinya. Karena lafadz qabul merupakan jawaban dari lafadz ijab. .

Al-Buhuti, Kasysyaf Al-Qinna', jilid 5 hal. 37 | Ipung

Inilah rukun-rukun nikah dari masing-masing madzhab fiqih. Semua mereka sepakat bahwa rukun nikah yang harus dipenuhi adalah shigah ijab dan qabul. Adapun suami dan istri meskipun tidak semua menyebutnya sebagai rukun, tapi suami dan istri merupakan suatu keharusan yang ada dalam pernikahan. Seperti Al-Buhuti juga menjelaskan, bahwa di dalam kitab al-muqni' dan al muntaqa dan kitab lainnya, tidak menyebutkan suami istri sebagai rukun nikah, karena sudah jelas dalam pernikahan mengharuskan adanya calon suami dan istri yang dinikahkan. Adapun keberadaan saksi, mereka berbeda pendapat tentang apakah dia menjadi rukun, syarat, atau tidak menjadi keduanya. Wallahu a'lam

Baca Lainnya :

Rukun Nikah Menurut Empat Mazhab
Isnawati | 16 September 2015, 00:05 | published
Haruskah Disebutkan Lafadz Nikah Secara Jelas Dalam Akad?
Qathrin Izzah Fithri | 12 September 2015, 13:06 | published
Akad Nikah : Termasuk Akad Lazim atau Akad Jaiz?
Siti Maryam | 12 September 2015, 13:06 | published
Tuna Wicara Apakah Akad Dengan Isyarat atau Tulisan?
Qathrin Izzah Fithri | 12 September 2015, 13:07 | published
Apakah Ijab Qabul Harus Satu Majelis?
Fatimah Khairun Nisa | 12 September 2015, 13:07 | draft
Bolehkah Ada Jeda Antara Ijab dan Qabul?
Fatimah Khairun Nisa | 12 September 2015, 13:08 | published
Kedudukan Wakil Dalam Akad Nikah
Fatimah Khairun Nisa | 12 September 2015, 13:08 | draft