Batasan Mengusap Tangan Dalam Tayammum

Fri 11 September 2015 20:07 | 0
Irma Suri Handayani

 

Al-Marghinani (w. 593 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi sebagai berikut :

والتيمم ضربتان: يمسح بإحداهما وجهه وبالأخرى يديه إلى المرفقين " لقوله عليه الصلاة والسلام " التيمم ضربتان: ضربة للوجه، وضربة لليدين "

Tayammum itu dua tepukan: Satu tepukan pada wajah, dan satu tepukan lagi pada kedua tangan hingga siku sebagaimana Sabda Rasulullah SAW, “ Tayammum itu dua tepukan: satu tepukan pada wajah dan satu tepukan lagi pada kedua tangan.”.

Al-Marghinani, Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi, jilid 1 hal. 27 | Anis

Al-Marghinani (w. 593 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi sebagai berikut :

التيمم ضربتان: يمسح بإحداهما وجهه وبالأخرى يديه إلى المرفقين " لقوله عليه الصلاة والسلام " التيمم ضربتان: ضربة للوجه، وضربة لليدين

dan tayammum itu dua tepukan : satu tepukan pada wajah dan yang lain pada tangannya sampai siku" seperti sabda Rosululloh SAW "tayammum itu dua tepukan, tepukan pada wajah dan tepukan pada tangan.

Al-Marghinani, Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi, jilid 1 hal. 27 | Ahda

Al-Qadhi Zaadah (w. 1087 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Majma’ Al-Anhur fii Syarhi Multaqa Al-Abhur sebagai berikut :

ويمسح بكل كف ظاهر الذراع الأخرى وباطنها مع المرفق) لقوله «- عليه الصلاة والسلام - التيمم ضربتان ضربة للوجه وضربة للذراعين إلى المرفقين

dan membasuh kedua telapak tangan dan lengan bagian atas dan bawah sampai siku, seperti dikatakan oleh Rosululloh SAW tayammum itu dua kali tepukan , tepukan pada wajah dan dua lengan sampai siku.

Al-Qadhi Zaadah, Majma’ Al-Anhur fii Syarhi Multaqa Al-Abhur , jilid 1 hal. 40 | Ahda

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

وصفة التيمم أن يضرب بيديه على الصعيد الطاهر ثم يمسح بهما وجهه ويعمه بإمرار يديه عليه ثم ضربة أخرى بيديه يمسح اليمنى باليسرى واليسرى باليمنى إلى المرفقين

Salah satu sifat tayammum adalah menepuk tangan ke tanah yang suci kemudian mengusap wajah dengan dua tangan secara menyeluruh kemudian menepuk kembali dengan kedua tangan dan mengusap tangan yang kanan dengan tangan kiri sampai ke siku, begitu juga sebaliknya..

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 1 hal. 181 | Sofyana

Al-Qarafi (w. 684 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

يضرب الأرض بيديه جميعا ضربة واحدة فإن تعلق بهما شيء نفضه نفضا خفيفا ومسح بهما وجهه ثم يضرب أخرى لليدين ويضع اليسرى على اليمنى فيمرها من فوق الكف إلى المرفق ومن باطن المرفق إلى الكوع ويفعل باليسرى كذلك

Menepuk permukaan tanah dengan dua tangan sekali tepukan, apabila ada sesuatu yang menempel maka tiup dengan tiupan yang ringan kemudian mengusapkan kedua telapak tangan pada wajah. Satu tepukan yang lain untuk mengusap kedua tangan. Tangan kiri diletakkan di atas tangan kanan, mengusapnya dari ujung telapak tangan hingga siku, dan dari siku kembali ke pergelangan tangan. Seperti itu pula ketika mengusap tangan kiri..

Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 1 hal. 352 | Sofyana

Ibnu Juzai Al-Kalbi (w. 741 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Qawanin Al-Fiqhiyah sebagai berikut :

وسننه تقديم الوجه على اليدين وتجديد ضربة لليدين ومسحهما إلى المرفقين.

Sunah tayammum itu adalah mendahulukan mengusap wajah terhadap tangan, dan mengulangi tepukan sekali lagi untuk mengusap tangan hingga siku.

Ibnu Juzai Al-Kalbi, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah, jilid 0 hal. 30 | Anis

Al-Mawardi (w. 450 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hawi Al-Kabir sebagai berikut :

وَهَذَا كَمَا قَالَ اسْتِيعَابُ جَمِيعِ الْوَجْهِ وَالذِّرَاعَيْنِ فِي التيمم واجب كالوضوء

Dan dalam hal tayammum sama halnya seperti wajib membasuh muka keseluruhan dan dua lengan ketika berwudhu.

Al-Mawardi, Al-Hawi Al-Kabir, jilid 1 hal. 248 | Irma

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

وأما حكم المسألة فمذهبنا المشهور أن التيمم ضربتان ضربة للوجه وضربة لليدين مع المرفقين

“Sedangkan hukum masalah ini (Tayammum), Maka dalam madzhab kami yang masyhur adalah tayammum dengan dua tepukan, satu tepukan untuk wajah dan satu tepukan berikutnya untuk tangan sampai dengan kedua siku”.

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 2 hal. 220 | Isnain

Ibnu Hajar Al-Haitami (w. 974 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Minhaj Al-Qawim sebagai berikut :

فروض التيمم خمسة:...... الرابع: مسح يديه إلى المرفقين.

Syarat tayammum ada 5 :.............yang ke empat mengusap tangan sampai siku.

Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhaj Al-Qawim , jilid 1 hal. 63 | Irma

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Al-Imam Ahmad sebagai berikut :

والسنة في التيمم أن يضرب بيديه على الأرض ضربة واحدة، ثم يمسح بهما وجهه، ويديه إلى الكوعين

“Dan Sunnah dalam tayammum adalah menepuk kedua tangan pada tanah dengan satu kali tepukan, kemudian mengusap dengannya wajah dan kedua tangan sampai pada kedua pergelangan tangan”.

Ibnu Qudamah, Al-Kafi fi Fiqhi Al-Imam Ahmad, jilid 1 hal. 119 | Isnain

Al-Buhuti (w. 1051 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Kasysyaf Al-Qinna' sebagai berikut :

مسح يديه إلى كوعيه

Mengusap kedua tangannya hingga ke siku.

Al-Buhuti, Kasysyaf Al-Qinna', jilid 1 hal. 174 | Kartika

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

يضرب الأرض بكفيه متصلا بهذه النية ثم ينفخ فيهما ويمسح وجهه وظهر كفيه إلى الكوعين

Menepukkan kedua telapak tangan ke tanah dengan niat tayammum kemudian meniupkannya dan mengusapkannya ke wajah dan punggung tangan hingga ke pergelangan tangan.

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 1 hal. 368 | Kartika

Baca Lainnya :

Tayammum, Sampai Siku atau Pergelangan Tangan?
Imamuddin Mukhtar | 3 April 2015, 10:09 | published
Pengertian Istilah Shaid Dalam Ayat Tayammum
Kartika Ande | 11 September 2015, 19:57 | published
Mengusap Tangan dalam Tayammum Sampai Siku atau Pergelangan?
Muhammad Aqil Haidar | 17 April 2015, 10:10 | published
Apakah Tayamum Menghilangkan Hadats Atau Sekedar Membolehkan Shalat
Isnaini Mangasiroh | 11 September 2015, 20:00 | published
Waktu Diperbolehkannya Tayammum
Khanif Fatoni Sofyana | 11 September 2015, 20:01 | published
Apakah Tayammum Hanya Untuk Satu Kali Shalat?
Anisah Nurul Sholihah | 11 September 2015, 20:02 | published
Bolehkah Tayammum Shalat Sunnah Dipakai lagi Untuk Shalat Wajib
Mega Cahyati | 11 September 2015, 20:03 | published
Tayammum itu Rukhsah Atau Azimah?
Rahmi Fitriani | 11 September 2015, 20:04 | published
Apakah Tartib Dalam Tayammum Itu Termasuk Rukun?
Kholisnawati | 11 September 2015, 20:05 | published
Apakah Muwalat Termasuk Rukun Dalam Tayammum?
Mardliyatun Nimah | 11 September 2015, 20:07 | published
Batasan Mengusap Tangan Dalam Tayammum
Irma Suri Handayani | 11 September 2015, 20:07 | published
Tayammum Itu Satu Tepukan Atau Dua kali?
Ahda Sabila | 11 September 2015, 20:08 | published
Hukum menunda shalat untuk menunggu adanya air
Neng Ani | 18 September 2015, 17:17 | published
Seberapa jauh radius jarak yang harus ditempuh dalam mencari air ?
Taslima Husin | 18 September 2015, 17:19 | published