Tayammum itu Rukhsah Atau Azimah?

Fri 11 September 2015 20:04 | 0
Rahmi Fitriani

 

Ibnul Humam (w. 681 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Qadir sebagai berikut :

أَنَّ شَرْعِيَّةَ التَّيَمُّمِ لِلْمَرِيضِ إنَّمَا هُوَ رُخْصَةٌ لِدَفْعِ الْحَرَجِ عَنْهُ

“ Sesungguhnya syariat tayammum untuk orang yang sakit merupakan suatu rukhshah untuk menolak bahaya darinya.”.

Ibnul Humam, Fathul Qadir, jilid 1 hal. 124 | Nimah

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Istidzkar sebagai berikut :

أَنَّ اللَّهَ - تَعَالَى - جَعَلَ التَّيَمُّمَ رُخْصَةً لِلْمَرِيضِ وَالْمُسَافِرِ كَالْفِطْرِ وَقَصْرِ الصَّلَاةِ

“ sesungguhnya Allah SWT menjadikan tayammum sebagai rukhsah untuk orang yang sakit, musafir sebagaimana (rukhsah) berbuka dan mengqashar shalat..

Ibnu Abdil Barr, Al-Istidzkar, jilid 1 hal. 316 | Nimah

Muhammad bin Abdullah al-Khurasyi (w. 1101 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Syarh Mukhtashar Khalil sebagai berikut :

فلا منافاة بين وجود المانع والإباحة لأن التيمم رخصة كما صحت الصلاة لمن استجمر بالحجارة مع المانع وهو وجود حكم النجاسة لأجل الرخصة

“Bahwa tidak ada pertentangan antara adanya mani’(penghalang) dengan hukum yang diperbolehkan karena tayammum adalah rukhsah seperti sahnya shalat bagi orang yang bersuci dengan menggunakan batu karena adanya penghalang yaitu konsekuensi najis sebagai suatu keringanan (rukhsah)”.

Muhammad bin Abdullah al-Khurasyi, Syarh Mukhtashar Khalil, jilid 2 hal. 432 | Mega

Ad-Dasuqi (w. 1230 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Hasyiyatu Ad-Dasuqi 'ala Asy-Syarah Al-Kabir sebagai berikut :

لأن التيمم رخصة فهو مبيح مع قيام السبب المانع

“Bahwa tayammum adalah rukhsah maka ia diperbolehkan karena adanya mani’(penghalang) yaitu air” .

Ad-Dasuqi, Hasyiyatu Ad-Dasuqi 'ala Asy-Syarah Al-Kabir, jilid 2 hal. 67 | Mega

Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib sebagai berikut :

وهو رخصة

Ia adalah rukhshah.

Zakaria Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib, jilid 1 hal. 72 | Rahmi

Al-Haitami (w. 974 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj sebagai berikut :

(بَابُالتَّيَمُّمِ) هُوَلُغَةًالْقَصْدُوَشَرْعًاإيصَالُ التُّرَابِ لِلْوَجْهِ وَالْيَدَيْنِ بِشَرَائِطَ تَأْتِي وَهُوَرُخْصَةٌ مُطْلَقًا

“Tayamum secara bahasa adalah bermaksud, dan secara istilah berarti menempelkan tanah ke wajah dan kedua tangan dengan beberapa syarat, dan Tayamum termasuk rukhsoh (keringanan) secara mutlak”..

Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj bi Syarhi Al-Minhaj, jilid 1 hal. 324 | Neng

Ar-Ramli (w. 1004 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Nihayatul Muhtaj sebagai berikut :

وَفِي الشَّرْعِ عِبَارَةٌ عَنْ إيصَالِ التُّرَابِ إلَى الْوَجْهِ وَالْيَدَيْنِ بِشَرَائِطَ مَخْصُوصَةٍ، وَهُوَ مِنْ خُصُوصِيَّاتِ هَذِهِ الْأُمَّةِ وَهُوَ رُخْصَةٌ لَا عَزِيمَةٌ

“ Dan Tayamum secara istilah adalah suatu ‘ibarah terhadap penempelan tanah kewajah dan keduatangan dengan disertai beberapa syarat khusus didalamnya, dan Tayamum termasuk kedalam kekhususan umat ini yang merupakan rukhsoh dan bukan ‘azimah”..

Ar-Ramli, Nihayatul Muhtaj, jilid 1 hal. 263 | Neng

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Mughni sebagai berikut :

لأن التيمم عزيمة

Karena tayammum itu adalah ‘azimah.

Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 1 hal. 172 | Rahmi

Al-Buhuti (w. 1051 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Kasysyaf Al-Qinna' sebagai berikut :

لآن التيمم عزيمة لا يجوز تركه

karena tayamum termasuk azimah, tidak boleh ditinggalkan.

Al-Buhuti, Kasysyaf Al-Qinna', jilid 1 hal. 161 | Taslima

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

{وإن كنتم مرضى أو على سفر أو جاء أحد منكم من الغائط أو لامستم النساء فلم تجدوا ماء فتيمموا صعيدا طيبا فامسحوا بوجوهكم وأيديكم منه ما يريد الله ليجعل عليكم من حرج ولكن يريد ليطهركم وليتم نعمته عليكم لعلكم تشكرون} [المائدة: 6] فهذا نص ما قلناه وإسقاط الحرج

dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempatbuang air atau menyentuh perempuan,maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajah dan tanganmu dengan debu itu. Allah tidak akanmenyulitkan kamu, tetapi dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur. (Al Maidah). ini adalah dalil yang kami katakan dan sebagai penggugur halangan..

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 1 hal. 346 | Taslima

Baca Lainnya :

Tayammum, Sampai Siku atau Pergelangan Tangan?
Imamuddin Mukhtar | 3 April 2015, 10:09 | published
Pengertian Istilah Shaid Dalam Ayat Tayammum
Kartika Ande | 11 September 2015, 19:57 | published
Mengusap Tangan dalam Tayammum Sampai Siku atau Pergelangan?
Muhammad Aqil Haidar | 17 April 2015, 10:10 | published
Apakah Tayamum Menghilangkan Hadats Atau Sekedar Membolehkan Shalat
Isnaini Mangasiroh | 11 September 2015, 20:00 | published
Waktu Diperbolehkannya Tayammum
Khanif Fatoni Sofyana | 11 September 2015, 20:01 | published
Apakah Tayammum Hanya Untuk Satu Kali Shalat?
Anisah Nurul Sholihah | 11 September 2015, 20:02 | published
Bolehkah Tayammum Shalat Sunnah Dipakai lagi Untuk Shalat Wajib
Mega Cahyati | 11 September 2015, 20:03 | published
Tayammum itu Rukhsah Atau Azimah?
Rahmi Fitriani | 11 September 2015, 20:04 | published
Apakah Tartib Dalam Tayammum Itu Termasuk Rukun?
Kholisnawati | 11 September 2015, 20:05 | published
Apakah Muwalat Termasuk Rukun Dalam Tayammum?
Mardliyatun Nimah | 11 September 2015, 20:07 | published
Batasan Mengusap Tangan Dalam Tayammum
Irma Suri Handayani | 11 September 2015, 20:07 | published
Tayammum Itu Satu Tepukan Atau Dua kali?
Ahda Sabila | 11 September 2015, 20:08 | published
Hukum menunda shalat untuk menunggu adanya air
Neng Ani | 18 September 2015, 17:17 | published
Seberapa jauh radius jarak yang harus ditempuh dalam mencari air ?
Taslima Husin | 18 September 2015, 17:19 | published