Pengertian Istilah Shaid Dalam Ayat Tayammum

Fri 11 September 2015 19:57 | 0
Kartika Ande

 

Al-Marghinani (w. 593 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi sebagai berikut :

ويجوز التيمم عند أبي حنيفة ومحمد رحمهما الله بكل ما كان من جنس الأرض كالتراب والرمل والحجر والجص

Menurut Imam Abu Hanifah dan Muhammad bin Hasan Asy Syaibani Rahimahumallah, bahwasannya tayammum diperbolehkan dengan menggunakan semua jenis tanah seperti debu, pasir, batu dan kapur ….

Al-Marghinani, Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi, jilid 1 hal. 28 | Anis

Al-Marghinani (w. 593 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi sebagai berikut :

أن الصعيد اسم لوجه الأرض سمي به لصعوده والطيب يحتمل الطاهر

sesungguhnya shoid adalah sesuatu yang ada dipermukaan tanah, dinamakan demikian karena debu itu bertebaran.

Al-Marghinani, Al-Hidayah Syarah Bidayatu Al-Mubtadi, jilid 1 hal. 28 | Ahda

Al-Qadhi Zaadah (w. 1087 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Majma’ Al-Anhur fii Syarhi Multaqa Al-Abhur sebagai berikut :

الصعيد اسم لوجه الأرض ترابا وغيره

shoid adalah debu yang terdapat di permukaan bumi dan lainnya.

Al-Qadhi Zaadah, Majma’ Al-Anhur fii Syarhi Multaqa Al-Abhur , jilid 1 hal. 39 | Ahda

Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

والصعيد كل ما اتصل بالأرض وصعد عليها من السباخ

Shoid adalah segala sesuatu yang menempel pada tanah .

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 1 hal. 182 | Sofyana

Al-Qarafi (w. 684 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Adz-Dzakhirah sebagai berikut :

فكل صعد على وجه الأرض فهو صعيد

Setiap yang ada dipermukaan bumi adalah shoid.

Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 1 hal. 347 | Sofyana

Ibnu Juzai Al-Kalbi (w. 741 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Qawanin Al-Fiqhiyah sebagai berikut :

والصعيد هو التراب ويجوز التيمم بما صعد على الأرض من أنواعها كالحجارة والحصى والرمل والجص

Sho’id adalah debu, dan diperbolehkan tayammum dengan semua permukaan yang naik (lebih tinggi) dari tanah, seperti bebatuan, kerikil, pasir dan kapur..

Ibnu Juzai Al-Kalbi, Al-Qawanin Al-Fiqhiyah, jilid 0 hal. 30 | Anis

Al-Mawardi (w. 450 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hawi Al-Kabir sebagai berikut :

التيمم مختص بالترابِ ذي الغبار، ولا يجوز بما سواه من نورة أو كحل

Tayammum khusus dengan tanah yang berunsur debu, dan tidak boleh selain dari itu .

Al-Mawardi, Al-Hawi Al-Kabir, jilid 1 hal. 237 | Irma

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

لا يصح التيمم إلا بتراب هذا هو المعروف في المذهب

“Tidak sah tayammum kecuali menggunakan tanah, ini adalah pendapat yang ma’ruf dalam madzhab”.

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 2 hal. 213 | Isnain

Al-Hishni (w. 829 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Kifayatul Akhyar sebagai berikut :

وهو يقع على التّراب وعلى كل ما على وجه الأرض

sho'id adalah yang mengandung unsur-unsur tanah dan semua yang ada di permukaan tanah (bumi).

Al-Hishni, Kifayatul Akhyar, jilid 1 hal. 57 | Irma

Al-Khiraqi (w. 334 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Mukhtshar Al-Khiraqi sebagai berikut :

يضرب بيديه على الصعيد الطيب وهو التراب

menepukan kedua tangan pada sho'id yang suci yaitu tanah.

Al-Khiraqi, Mukhtshar Al-Khiraqi, jilid 1 hal. 15 | Kartika

Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Al-Imam Ahmad sebagai berikut :

ولا يجوز التيمم إلا بتراب طاهر له غبار يعلق باليد؛ لقوله تعالى: {فتيمموا صعيدا طيبا فامسحوا بوجوهكم وأيديكم منه} [المائدة: 6] وما لا غبار له لا يمسح شيء منه.

“Dan tidak diperbolehkan tayammum kecuali menggunakan tanah suci yang debunya dapat menempel pada tangan, berdasarkan pada firman Allah ta’ala “maka bertayamumlah dengan debu yang suci, usaplah wajahmu dan kedua tanganmu dengan debu itu” (al-maidah:6) dana pa yang tidak ada debunya tidak dapat digunakan untuk mengusap”.

Ibnu Qudamah, Al-Kafi fi Fiqhi Al-Imam Ahmad, jilid 1 hal. 129 | Isnain

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

أنه لا يجوز التيمم إلا بما نص عليه الله تعالى ورسوله - صلى الله عليه وسلم - ولم يأت النص إلا بما ذكرنا من الصعيد، وهو وجه الأرض.... وبالأرض - وهي معروفة - وبالتراب فقط فوجدنا التراب سواء كان منزوعا عن الأرض، محمولا في ثوب أو في إناء أو على وجه إنسان أو عرق فرس أو لبد أو كان لبنا أو طابية أو رضاض آجر أو غير ذلك فإنه تراب لا يسقط عنه هذا الاسم، فكان التيمم به على كل حال جائزا

Tidak diperbolehkan tayammum kecuali yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya - saw - tidak ada teks kecuali yang telah kami sebutkan bahwa So'id adalah permukaan bumi.. tanah dan debu baik yang diambil dari bumi, terbawa oleh baju, bejana, wajah manusia, pacuan kuda atau yang lainnya termasuk dalam katagori debu dan diperbolehkan untuk bertayamum dengan itu semua..

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 1 hal. 378 | Kartika

Baca Lainnya :

Tayammum, Sampai Siku atau Pergelangan Tangan?
Imamuddin Mukhtar | 3 April 2015, 10:09 | published
Pengertian Istilah Shaid Dalam Ayat Tayammum
Kartika Ande | 11 September 2015, 19:57 | published
Mengusap Tangan dalam Tayammum Sampai Siku atau Pergelangan?
Muhammad Aqil Haidar | 17 April 2015, 10:10 | published
Apakah Tayamum Menghilangkan Hadats Atau Sekedar Membolehkan Shalat
Isnaini Mangasiroh | 11 September 2015, 20:00 | published
Waktu Diperbolehkannya Tayammum
Khanif Fatoni Sofyana | 11 September 2015, 20:01 | published
Apakah Tayammum Hanya Untuk Satu Kali Shalat?
Anisah Nurul Sholihah | 11 September 2015, 20:02 | published
Bolehkah Tayammum Shalat Sunnah Dipakai lagi Untuk Shalat Wajib
Mega Cahyati | 11 September 2015, 20:03 | published
Tayammum itu Rukhsah Atau Azimah?
Rahmi Fitriani | 11 September 2015, 20:04 | published
Apakah Tartib Dalam Tayammum Itu Termasuk Rukun?
Kholisnawati | 11 September 2015, 20:05 | published
Apakah Muwalat Termasuk Rukun Dalam Tayammum?
Mardliyatun Nimah | 11 September 2015, 20:07 | published
Batasan Mengusap Tangan Dalam Tayammum
Irma Suri Handayani | 11 September 2015, 20:07 | published
Tayammum Itu Satu Tepukan Atau Dua kali?
Ahda Sabila | 11 September 2015, 20:08 | published
Hukum menunda shalat untuk menunggu adanya air
Neng Ani | 18 September 2015, 17:17 | published
Seberapa jauh radius jarak yang harus ditempuh dalam mencari air ?
Taslima Husin | 18 September 2015, 17:19 | published