Hukum Wanita Shalat Berjamaah di Masjid

Sun 15 November 2015 06:38 | 0
Ipung Multiningsih

Dan dalam keadaan bagaimanakah wanita diperbolehkan shalat berjamaah, berikut ulasan ulama madzhab mengenai hukum shalat berjama’ah di masjid

 

Al-'Aini (w. 855 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Binayah Syarah Al-Hidayah sebagai berikut :

يكره لهن حضور الجماعات يعني الشواب منهن؛ لما فيه من خوف الفتنة، ولا بأس للعجوز أن تخرج في الفجر والمغرب والعشاء( المراد من الكراهة التحريم ولا سيما في هذا الزمان لفساد أهله.

Dan makruh bagi wanita muda untuk mendatangi masjid guna shalat berjamaah, karena ditakutkan terjadinya fitnah, dan diperbolehkan bagi wnaita yang sudah tua untuk keluar ke masjid ketika shalat subuh, maghrib, dan isya. Yang di maksudkan makruh di sini adalah Haram, apalagi di zaman sekarang yang dimana banyak terjadi kerusakan. .

Al-'Aini, Al-Binayah Syarah Al-Hidayah , jilid 2 hal. 354 | Achad

Untuk wanita tua diperbolehkan shalat berjama’ah di masjid karena tidak dikhawatirkan adanya fitnah, dan sedikitnya keinginan laki-laki terhadap mereka. Dan jika aman dari fitnah, maka tidak dimakruhkan. Al-Hashkafi (w. 1088 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Ad-Durr Al-Mukhtar Syarh Tanwirul Abshor sebagai berikut :

ويكره حضورها الجماعة.

Dimakruhkan bagi wanita menghadiri shalat berjamaah. .

Al-Hashkafi, Ad-Durr Al-Mukhtar Syarh Tanwirul Abshor, jilid 1 hal. 504 | Achad

Al-Hathab Ar-Ru'aini (w. 954 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Mawahibul Jalil fi Syarhi Mukhtashar Khalil sebagai berikut :

وقال الشيخ أبو الحسن قال يحيى بن يحيى: أجمع الناس على أن صلاة المرأة في بيتها أفضل من صلاتها في المسجد إلا المتجالة التي انقطعت حاجة الرجال منها فلا بأس أن تخرج.

Syaikh Abu hasan, Yahya bin Yahya berkata: Para Ulama sepakat bahwasannya shalatnya wanita di rumahnya lebih afdhal, kecuali wanita yang sudah tua ( yang sudah berumur), yang dimana sudah tidak menarik lagi, maka diperbolehkan shalat berjamaah di masjid. .

Al-Hathab Ar-Ru'aini, Mawahibul Jalil fi Syarhi Mukhtashar Khalil, jilid 2 hal. 117 | Ipung

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

فإن أرادت المرأة حضور المساجد مع الرجال فإن كانت شابة أو كبيرة تشتهى كره لها الحضور وإن كانت عجوز الا تشتهى لم يكره

Seorang wanita yang yang ingin mendatangi masjid yang mana didalamnya terdapat banyak laki-laki, apabila ia remaja yang masih muda atau wanita dewasa yang menarik maka hukumnya adalah makruh, namun apabila ia seorang wanita tua yang sudah tidak menarik, maka hukum mendatangi masjid adalah tidak makruh. .

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 4 hal. 197 | Sarah

Al-Khatib Asy-Syirbini (w. 977 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Mughni Al-Muhtaj sebagai berikut :

ويكره لذوات الهيئات حضور المسجد ... فإن لم يكن لهم زوج أو سيد أو ولي ووجدت شروط الحضور حرم المنع.

Dan shalat berjamaah di masjid makruh bagi wanita yang menarik. Jika dia tidak memiliki suami, tuan atau wali, serta memenuhi syarat untuk mendatangi masjid (tidak ada fitnah) maka tidak boleh dilarang .

Al-Khatib Asy-Syirbini, Mughni Al-Muhtaj , jilid 1 hal. 477 | Qathrin

Al-Buhuti (w. 1051 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Kasysyaf Al-Qinna' sebagai berikut :

وتستحب) الجماعة (لنساء، إذا اجتمعن منفردات عن الرجال، سواء كان إمامهن منهن أو لا) ) لفعل عائشة وأم سلمة (ويباح لهن حضور جماعة الرجال، تفلات غير متطيبات) يقال: تفلت المرأة تفلا، من باب تعب إذا أنتن ريحها لترك الطيب والادهان وتفلت إذا تطيبت، )ويكره حضورها) أي جماعة الرجال (لحسناء) شابة أو غيرها؛ لأنها مظنة الافتتان (ويباح) الحضور (لغيرها) أي غير الحسناء، تفلة غير متطيبة بإذن زوجها: وبيتها خير لها.

Disunnahkan shalat berjamaah bagi wanita jika mereka berkumpul sendiri tanpa adanya laki-laki, baik imamnya dari mereka ataupun tidak, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Aisyah dan Ummu Salamah. Dan diperbolehkan bagi mereka mendatangi shalat jama’ahnya laki-laki dengan tanpa memakai wangian. Dan Dimakruhkan bagi wanita yang menarik untuk menghadiri shalat jama’ah laki-laki, karena dapat menimbulkan fitnah. Dan diperbolehkan bagi wanita yang sudah tidak menarik untuk menghadiri jama’ah, dengan syarat untuk tidak memakai wewangian .

Al-Buhuti, Kasysyaf Al-Qinna', jilid 1 hal. 450 | Ipung

Ibnu Hazm (w. 456 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Adzh-Dzhahiriyah menuliskan dalam kitabnya Al-Muhalla bil Atsar sebagai berikut :

ولا يحل لولي المرأة، ولا لسيد الأمة منعهما من حضور الصلاة في جماعة في المسجد، إذا عرف أنهن يردن الصلاة ولا يحل لهن أن يخرجن متطيبات، ولا في ثياب حسان؛ فإن فعلت فليمنعها، وصلاتهن في الجماعة أفضل من صلاتهن منفردات.

Tidak dihalalkan seorang wali melarang seorang wanita , atau seorang tuan melarang seorang budak wanitanya untuk menghadiri shalat berjama’ah di masjid. Jika mereka ingin shalat berjamaah di masjid, maka mereka dilarang memakai wewangian dan pakaian mewah, sehingga jika mereka melakukannya, maka hal itu dilarang. Dan shalat berjama’ah bagi wanita lebih afdhal daripada shalat sendirian .

Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 2 hal. 170 | Isna

Demikianlah ulasan dari pemaparan para ulama madzhab, mayoritas ulama tidak membolehkan bagi wanita muda yang menarik untuk shalat berjamaah di masjid, dan diperbolehkan bagi wanita yang sudah tua dan sudah tidak lagi menarik untuk shalat berjama’ah di masjid dengan syarat tidka memakai wewangian. Wallahu’alam.

Baca Lainnya :

Suci dari Haid di Waktu Ashar, Wajibkah Qadha' Dzuhur?
Fatimah Khairun Nisa | 11 September 2015, 14:35 | draft
Wanita Haidh Menghadiri Shalat Id
Fatimah Khairun Nisa | 11 September 2015, 14:36 | draft
Apakah Adzan & Iqamah Disyariatkan bagi Wanita
Achadiah | 25 May 2015, 14:37 | draft
Bolehkah Wanita Adzan Ditengah Jamaah Umum
Siti Maryam | 27 May 2015, 01:00 | published
Dalam Shalat Berjamaah, Dimanakah Posisi Imam Wanita?
Miratun Nisa | 14 May 2015, 19:00 | published
Hukum Wanita Shalat Berjamaah di Masjid
Ipung Multiningsih | 15 November 2015, 06:38 | published
Wanita Menjadi Imam bagi Jamaah Wanita, Bolehkah?
Isnawati | 11 September 2015, 14:38 | published