Anjing, Najiskah?

Fri 16 October 2015 13:53 | 0
Muhammad Aqil Haidar

Selama ini banyak orang yang beranggapan bahwa anjing adalah najis tanpa ada kompromi lagi. Dan banyak orang yang merasa aneh ketika ada orang yang menganggap bahwa najis tidaklah najis. Sehingga bisa jadi ia dianggap sesat atau bahkan kafir karena mengeluarkan statement tersebut. Namun benarkah demikian? Tidak adakah ulama yang menghukumi tidak najisnya anjing? Berikut adalah penjelasan ulama berbagai madzhab tentang kenajisan anjing.

 

As-Sarakhsi (w. 483 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Mabsuth sebagai berikut :

والصحيح من المذهب عندنا أن عين الكلب نجس

Riwayat yang shahih dalam madzhab kami (hanafi) bahwa anjing itu sendiri adalah najis.

As-Sarakhsi, Al-Mabsuth, jilid 1 hal. 48 | Aqil

Al-Kasani (w. 587 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' sebagai berikut :

إنه ليس بنجس العين فقد جعله مثل سائر الحيوانات سوى الخنزير وهذا هو الصحيح لما نذكر

Sesungguhnya (anjing) bukanlah najis. Dia hanyalah seperti hewan yang lain selain babi. Dan itu adalah pendapat yang benar dengan alasan yang telah kami paparkan..

Al-Kasani, Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' , jilid 1 hal. 63 | Amrozi

Ibnul Humam (w. 681 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanafiyah menuliskan dalam kitabnya Fathul Qadir sebagai berikut :

وليس الكلب بنجس العين

Anjing bukanlah termasuk najis 'ain.

Ibnul Humam, Fathul Qadir, jilid 1 hal. 93 | Ajib

Yang dimaksud najis 'ain adalah najis karena dzatnya. bukan kotoran atau air liurnya. Ibnu Abdil Barr (w. 463 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah sebagai berikut :

ومذهب مالك في الكلب أنه طاهر

Adapun madzhab Imam Malik bahwasanya hukum anjing adalah suci.

Ibnu Abdil Barr, Al-Kafi fi Fiqhi Ahli Al-Madinah, jilid 1 hal. 161 | Faisal

Al-Hathab Ar-Ru'aini (w. 954 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Mawahibul Jalil fi Syarhi Mukhtashar Khalil sebagai berikut :

أن الغسل المذكور تعبد وهذا هو المشهور من المذهب لطهارة الكلب

Adapun cara pensucian yang telah disebut bersifat ta'abbudi. Dan pendapat inilah yang masyhur dalam madzhab karena kesucian anjing.

Al-Hathab Ar-Ru'aini, Mawahibul Jalil fi Syarhi Mukhtashar Khalil, jilid 1 hal. 177 | Aqil

Cara pensucian yang dimaksud adalah mensucikan bekas air liur anjing dengan tujuh kali basuh salah satunya dicampur tanah. Ad-Dasuqi (w. 1230 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah menuliskan dalam kitabnya Hasyiyatu Ad-Dasuqi 'ala Asy-Syarah Al-Kabir sebagai berikut :

وإنما حكم بكونه تعبدا لطهارة الكلب

Adapun alasan dihukuminya cara pensucian tersebut sebagai ta'abbudi adalah karena kesucian anjing.

Ad-Dasuqi, Hasyiyatu Ad-Dasuqi 'ala Asy-Syarah Al-Kabir, jilid 1 hal. 83 | Imam

Al-Mawardi (w. 450 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Hawi Al-Kabir sebagai berikut :

أن الحيوان كله طاهر إلا خمسة: وهي الكلب، والخنزير، وما تولد من كلب وخنزير، وما تولد من كلب وحيوان طاهروما تولد من خنزير وحيوان طاهر

Sesungguhnya semua hewan itu suci kecuali lima hewan. yaitu: anjing, babi, hasil persilangan antara keduanya, hasil persilangan antara anjing dan hewan yang suci dan hasil persilangan antara babi dan hewan suci..

Al-Mawardi, Al-Hawi Al-Kabir, jilid 1 hal. 56 | Aqil

An-Nawawi (w. 676 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab sebagai berikut :

مذهبنا أن الكلاب كلها نجسة المعلم وغيره الصغير والكبير

Dalam madzhab kami semua jenis anjing adalah najis, baik yang terlatih atau tidak, dan yang kecil ataupun besar.

An-Nawawi, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 2 hal. 567 | Aqil

Zakaria Al-Anshari (w. 926 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah menuliskan dalam kitabnya Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib sebagai berikut :

والحيوان طاهر) لما مر (لا كلب) ، ولو معلما

Dan seluruh hewan itu suci dengan alasan yang telah disebut kecuali anjing walaupun terlatih.

Zakaria Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarah Raudhu Ath-Thalib, jilid 1 hal. 10 | Aqil

Dalam kitabnya beliau masih melanjutkan dengan menyebut hewan-hewan najis lainya. Seperti babi, bangkai dan yang lainya. Ibnu Qudamah (w. 620 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Kafi fi Fiqhi Al-Imam Ahmad sebagai berikut :

الكلب، والخنزير، وما تولد منهما، أو من أحدهما، فهذا نجس، عينه، وسؤره، وجميع ما خرج منه

Anjing, babi dan hasil persilangan keduanya atau dari salah satu diantara keduanya maka ini semua najis. Baik ainya ataupun air liur dan semua yang keluar dari tubuh.

Ibnu Qudamah, Al-Kafi fi Fiqhi Al-Imam Ahmad, jilid 1 hal. 35 | Aqil

Al-Mardawi (w. 885 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf sebagai berikut :

(والصحيح من المذهب: أنهما والمتولد منهما أو من أحدهما وجميع أجزائهما: نجس

Yang shahih dalam madzhab bahwa keduanya (anjing dan babi) dan hasil perkawinan silang dari keduanya atau dari salah satu diantara keduanya semua bagian tubuhnya adalah najis.

Al-Mardawi, Al-Inshaf fi Ma'rifati Ar-Rajih minal Khilaf, jilid 1 hal. 310 | Aqil

Al-Buhuti (w. 1051 H), salah satu ulama di kalangan mazhab Al-Hanabilah menuliskan dalam kitabnya Kasysyaf Al-Qinna' sebagai berikut :

الكلب والخنزير نجسان

Anjing dan babi keduanya adalah najis.

Al-Buhuti, Kasysyaf Al-Qinna', jilid 1 hal. 181 | Aqil

Demikian pemaparan ulama dalam menghukumi 'ain anjing. Ternyata dugaan banyak orang tentang kenajisan anjing itu banyak yang keliru. Yang seakan-akan tidak ada khilaf tentang kenajisanya. Karena ternyata ulama berbeda pendapat tentang kenajisan anjing itu sendiri. Ada yang menghukuminya seperti babi, namun ada pula yang menganggap anjing adalah suci. Kita sebagai orang awam sebaiknya mengikuti salah satu pendapat tanpa menyalahkan pendapat yang lain. Wallahu a'lam.

Baca Lainnya :

Pengertian Air Musta'mal
Faisal Reza Amaradja | 5 October 2015, 04:02 | draft
Hewan Yang Najis Ketika Masih Hidup
Muhamad Amrozi | 31 March 2015, 07:36 | published
Apakah Najis Kencing Bayi Laki-Laki Dan Bagaimana Cara Mensucikannya?
Faisal Reza Amaradja | 5 October 2015, 13:28 | draft
Kulit Bangkai Setelah Disamak. Sucikah?
Muhammad Aqil Haidar | 6 April 2015, 09:47 | published
Bangkai Cicak, Najiskah?
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 7 October 2015, 13:57 | draft
Bagaimana Mensucikan tempat bekas khamar?
Faisal Reza Amaradja | 30 October 2015, 21:10 | draft
Bangkai Manusia Apakah Najis
Faisal Reza Amaradja | 6 November 2015, 21:11 | draft
Hukum Menggunakan Air Musta'mal
Imamuddin Mukhtar | 10 October 2015, 09:39 | draft
Air Mani Manusia, Najiskah ?
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 30 March 2015, 09:49 | published
Najiskah air kencing, kotoran dan bekas minum binatang?
Muhammad Syarif Hidayatullah | 2 April 2015, 09:50 | published
Kriteria Najis yang Dima'fu
Muhammad Syarif Hidayatullah | 9 October 2015, 11:44 | draft
Apakah Istihalah Mengubah Status Najis Menjadi Suci?
Imamuddin Mukhtar | 9 April 2015, 09:50 | published
Apakah Khamr Itu Najis ?
Faisal Reza Amaradja | 17 October 2015, 09:52 | draft
Hukum Menggunakan Air Musyammas
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 19 October 2015, 18:23 | draft
Apakah Hewan Buas Termasuk Najis?
Tajun Nashr, Lc | 11 September 2015, 13:52 | draft
Cara mensucikan Kotoran yang Menempel di Sandal
Muhamad Amrozi | 14 October 2015, 13:56 | draft
Bolehkah Benda Najis Diperjual-belikan?
Faisal Reza Amaradja | 23 October 2015, 13:52 | draft
Najiskah Bangkai Hewan Dua Alam?
Muhammad Ajib Asy-Syafi'i, Lc | 12 October 2015, 13:53 | draft
Hukum Mengkhitan Bayi Perempuan
Isnawati | 11 May 2015, 10:00 | published
Anjing, Najiskah?
Muhammad Aqil Haidar | 16 October 2015, 13:53 | published
Berbedakah Najis Air Kencing Bayi Laki dan Perempuan?
Achadiah | 9 May 2015, 10:11 | published
Cairan Lembab Keluar Dari Kemaluan Wanita, Najiskah?
Siska | 15 May 2015, 01:00 | draft
Apakah Wanita Juga Mengalami Mimpi Basah?
Zuria Ulfi | 17 May 2015, 16:00 | published
Kotoran Cicak, Najiskah?
Muhamad Amrozi | 8 October 2015, 14:15 | draft
Cara Membersihkan Kotoran Cicak
Muhammad Aqil Haidar | 6 October 2015, 14:15 | draft
Bolehkah memanfaatkan barang najis atau yang terkena najis tanpa dibersihkan terlebih dulu
Muhammad Syarif Hidayatullah | 1 November 2015, 07:45 | draft